Satgas MBG Sukabumi Turun Tangan, Aduan Telur Puyuh Mentah di SDN Rawasalak Ditindaklanjuti
Pemerintahan    Sabtu 07 Maret 2026    19:19:17 WIBKota Sukabumi - Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Sukabumi turun langsung menindaklanjuti aduan terkait ditemukannya telur puyuh mentah dalam menu MBG yang disajikan di SDN Rawasalak. Kunjungan tersebut dilakukan pada 6 Maret 2026 untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus melakukan evaluasi bersama pihak terkait.
Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, mengatakan kedatangan tim bertujuan untuk mendapatkan klarifikasi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sriwidari sebagai penyedia makanan, sekaligus memberikan arahan kepada pihak sekolah agar koordinasi dan komunikasi dapat ditingkatkan.
Menurutnya, setiap kendala yang ditemukan di lapangan sebaiknya segera dilaporkan agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak berulang.
“Apabila terjadi kejadian seperti telur pecah atau tidak matang, sebaiknya segera dilaporkan kepada Satgas atau PIC bersama Aslap. Bisa juga langsung ke mitra atau SPPG agar segera diganti,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Sriwidari, Sahid Ramadhan, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi akibat kelalaian dari pihak penyedia telur dalam proses produksi dan pengendalian kualitas. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menerima surat pernyataan sekaligus permohonan maaf dari penyedia telur terkait insiden tersebut.
“Kami menyatakan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan kesalahan SPPG Sriwidari, melainkan murni kelalaian dalam proses produksi dan kontrol kualitas. Kami juga telah menerima permohonan maaf dari pihak penyedia,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala SDN Rawasalak, Evi Yulianti, berharap ke depan menu MBG yang disalurkan kepada siswa dapat disajikan dengan lebih variatif dan memperhatikan kualitas pengemasan makanan, khususnya telur, agar aman saat didistribusikan kepada para pelajar.
Ia menilai program MBG sangat bermanfaat bagi siswa, sehingga kualitas penyajian dan pengawasan perlu terus ditingkatkan agar tujuan program tersebut dapat berjalan optimal.***Dadan Sundana




























