Bekal Menuju Tanah Suci: Ribuan Calon Jemaah Haji Bekasi Dikuatkan Lewat Manasik
Dunia Islam    Jumat 03 April 2026    00:02:22 WIBCIKARANG UTARA - Suasana khidmat menyelimuti Masjid Raya Al-Azhar Jababeka, Kamis (2/4/2026), saat ratusan calon jemaah haji mengikuti Bimbingan Manasik Haji. Di tengah kegiatan tersebut, Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, hadir memberikan penguatan sekaligus pesan penting bagi para tamu Allah.
Bagi Asep, manasik haji bukan sekadar seremonial, melainkan bekal utama yang menentukan kesiapan jemaah sebelum menapaki perjalanan spiritual ke Tanah Suci. Ia menekankan, pemahaman menyeluruh tentang tata cara ibadah, rukun dan wajib haji, hingga kesiapan mental dan fisik menjadi kunci utama kelancaran ibadah.
“Manasik haji ini sangat penting agar para calon jemaah memiliki pemahaman yang utuh, baik terkait tata cara ibadah maupun kesiapan mental dan spiritual,” ujarnya.
Tahun ini, Kabupaten Bekasi akan memberangkatkan 3.346 jemaah haji, menjadikannya sebagai daerah dengan jumlah jemaah terbanyak kedua di Jawa Barat. Angka tersebut sekaligus mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menunaikan rukun Islam kelima, meski harus menanti hingga lebih dari satu dekade sejak pendaftaran.
“Para jemaah yang berangkat tahun ini bahkan telah menunggu sekitar 12 hingga 13 tahun,” kata Asep.
Ia pun mengingatkan bahwa perjalanan haji menuntut kondisi fisik yang prima. Karena itu, para calon jemaah diminta mulai menjaga kesehatan sejak dini, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, kolesterol, maupun asam urat.
“Jaga pola makan, cukup istirahat, dan rutin memeriksakan kesehatan. Siapkan juga obat-obatan pribadi sebagai langkah antisipasi,” pesannya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bekasi, lanjut Asep, terus berkomitmen memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan aman dan tertib. Ia mengimbau jemaah agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu mengikuti arahan resmi pemerintah.
Lebih dari itu, ia juga menitipkan pesan moral. Para jemaah diminta menjaga nama baik daerah dengan menunjukkan sikap disiplin, tertib, dan saling membantu selama berada di Tanah Suci.
“Jadilah duta daerah yang mencerminkan akhlak mulia,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Mulyono Hilman Hakim, menegaskan bahwa pelaksanaan manasik haji memiliki dasar hukum yang kuat. Kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 serta regulasi terbaru dari Kementerian Agama.
Menurutnya, manasik bukan hanya formalitas, melainkan bagian penting dalam meningkatkan kualitas jemaah, agar mampu menjalankan ibadah sesuai tuntunan dan meraih predikat haji mabrur.
“Tujuannya jelas, agar jemaah memiliki pemahaman yang baik dan kesiapan yang matang dalam beribadah,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, harapan pun mengalir. Pemerintah dan masyarakat sama-sama menanti para jemaah kembali ke tanah air dengan selamat, membawa pulang pengalaman spiritual yang utuh, serta menyandang predikat haji yang mabrur.***Samsudin
























