Habbina
MBG di Kuningan Tak Cukup Sekadar Membagikan Makanan, Dampaknya Harus Terlihat
0 Komentar 124 pembaca

MBG di Kuningan Tak Cukup Sekadar Membagikan Makanan, Dampaknya Harus Terlihat

Pemerintahan

KUNINGAN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan tidak ingin hanya diukur dari banyaknya makanan yang dibagikan kepada masyarakat. Pemerintah daerah ingin program tersebut benar-benar terasa manfaatnya, mulai dari perbaikan gizi anak, penurunan angka stunting, hingga menggerakkan perekonomian warga.
Pesan itu disampaikan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dalam Rapat Koordinasi Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (P3MBG) di Ballroom Arya Kamuning, Gedung Setda Kuningan, Rabu (19/8/2026).
Dalam rapat yang dihadiri unsur Forkopimda, camat, perangkat daerah, koordinator SPPI, serta mitra pelaksana MBG itu, Dian meminta seluruh pihak bekerja disiplin dan transparan. Ia juga menegaskan tidak boleh ada kepentingan pribadi yang menumpang dalam program strategis nasional tersebut.
Bagi Dian, keamanan pangan menjadi syarat utama. Ia menerapkan prinsip zero tolerance terhadap gangguan kesehatan maupun keracunan makanan.
“Berlaku sukses tidaknya MBG adalah zero tolerance terhadap gangguan kesehatan atau keracunan makanan,” kata Dian.
Ia mengingatkan para pelaksana agar tidak mengabaikan standar keamanan pangan. Kelalaian yang menyebabkan gangguan kesehatan, terlebih hingga menimbulkan korban jiwa, menurut dia, bukan hanya menjadi persoalan administratif, tetapi juga dapat berujung pada konsekuensi hukum.
Namun, keamanan pangan bukan satu-satunya perhatian pemerintah. Dian ingin kualitas menu MBG benar-benar menjawab kebutuhan gizi penerima manfaat, termasuk kalori, protein, mikronutrien, dan komposisi makanan yang sesuai dengan kelompok penerima.
Ia juga meminta kenaikan angka stunting di sejumlah wilayah tidak hanya dicatat sebagai statistik. Pemerintah harus mencari tahu penyebabnya dan melihat apakah pelaksanaan MBG memberikan perubahan nyata.
“Jangan hanya menyampaikan angka stunting saja meningkat, tapi kita tidak pernah tahu kenapa penyebabnya muncul,” ujarnya.
Karena itu, Dian meminta perangkat daerah terkait melakukan kajian berbasis data. Hubungan antara pelaksanaan MBG dengan perkembangan stunting, tingkat kehadiran siswa, tingkat kesakitan, hingga kemampuan anak mengikuti pembelajaran perlu diukur secara konkret.
“Jangan sampai kita mengatakan bermanfaat, bermanfaat, tetapi kita tidak pernah bisa membuktikannya dengan data-data faktual,” katanya.
Dari Dapur SPPG ke Ekonomi Warga
Dampak MBG, menurut Dian, juga semestinya tidak berhenti di meja makan penerima manfaat. Program tersebut harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat Kuningan.
Ia meminta kebutuhan bahan pangan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebisa mungkin dipenuhi dari daerah sendiri. Petani, peternak, nelayan, pedagang, koperasi, BUMDes, hingga UMKM lokal diharapkan menjadi bagian dari rantai pasok.
Dian bahkan menyoroti masih adanya SPPG yang mendapatkan bahan pangan dari luar daerah, meski komoditas serupa tersedia di Kuningan.
“Ini bagi saya luar biasa, peluang untuk meningkatkan ekonomi lokal karena konsisten menyerap langsung dari petani, peternak, dan UMKM lokal,” ujarnya.
Para camat pun diminta aktif mengawasi rantai pasok MBG di wilayah masing-masing.
Di sisi lain, Dian mengingatkan jajaran pemerintah daerah untuk menjaga jarak dari kepentingan bisnis dalam program tersebut. Ia menegaskan pejabat pemerintah tidak boleh ikut bermain dalam pengelolaan SPPG.
“Bupati, Wakil Bupati enggak boleh bermain di SPPG ini. Para kepala dinas enggak boleh bermain, enggak boleh ada kepentingan,” tegasnya.
Menurut dia, pengawasan harus berlaku dua arah. Pemerintah harus mengawasi SPPG dan para mitra, tetapi juga wajib mengawasi dirinya sendiri.
183 SPPG Layani 384.156 Penerima
Sekretaris Daerah Kuningan sekaligus Ketua Satgas P3MBG, U Kusmana, mengatakan pelaksanaan MBG membutuhkan kerja bersama karena melibatkan banyak unsur.
Ia menyebut MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang mendukung visi Asta Cita Presiden. Karena itu, pelaksanaannya membutuhkan koordinasi, pemantauan, evaluasi, dan perbaikan secara berkelanjutan.
“MBG adalah salah satu program strategis tentunya yang mendukung pencapaian visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kuningan yang juga Sekretaris P3MBG, Purwadi Hasan Darsono, memaparkan sejumlah capaian teknis.
Saat ini terdapat 183 SPPG di Kabupaten Kuningan, terdiri atas 179 SPPG wilayah dan empat SPPG wilayah terpencil. Seluruhnya melayani 384.156 penerima manfaat atau sekitar 30 persen dari jumlah penduduk Kuningan.
Penerima manfaat mencakup siswa berbagai jenjang pendidikan, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dari sisi higiene dan sanitasi, sebanyak 172 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sedangkan 10 lainnya masih dalam proses.
Seluruh SPPG juga telah memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Namun, baru 176 SPPG yang pengelolaan air limbahnya sesuai standar. Sementara tujuh lainnya masih perlu melakukan pembenahan.
Untuk baku mutu air limbah, baru 37 SPPG yang telah memenuhi ketentuan.
Sebanyak 152 SPPG telah memiliki sertifikat chef bagi tenaga masak dan 125 SPPG telah memiliki sertifikat halal.
Dari sisi legalitas bangunan, 110 SPPG telah memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), 55 masih dalam proses, dan 18 belum memulai proses tersebut.
Sebanyak 172 SPPG dinilai telah memenuhi standar infrastruktur bangunan, sementara 10 lainnya masih membutuhkan pemenuhan standar. Adapun 162 SPPG telah mengikuti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Purwadi menegaskan, penguatan kualitas MBG harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal. Mitra didorong menjalin kerja sama dengan BUMDes, UMKM, petani, peternak, dan pelaku usaha lokal sebagai pemasok.
Menu bagi ibu hamil dan balita juga perlu mendapatkan perhatian khusus karena kebutuhan gizinya berbeda dengan kelompok penerima lainnya.
Kejaksaan Ikut Mengawal
Rakor tersebut juga diisi paparan dari Kejaksaan Negeri Kuningan mengenai pengawalan program MBG.
Pengawalan hukum diperlukan agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan kepastian bagi pihak-pihak yang terlibat.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan, keberhasilan MBG pada akhirnya bukan semata soal berapa banyak porsi makanan yang tersalurkan.
Program tersebut diharapkan mampu meninggalkan dampak yang lebih panjang: anak-anak tumbuh dengan gizi lebih baik, angka stunting turun, kegiatan belajar meningkat, tenaga kerja terserap, produk lokal terserap, dan roda ekonomi masyarakat ikut bergerak.
Dengan demikian, MBG tidak hanya hadir sebagai makanan gratis di meja anak-anak Kuningan, tetapi juga sebagai investasi bagi kesehatan dan masa depan daerah.***Red-Ading Permana

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top