Gunung Palasari Disiapkan Jadi Ruang Hidup Sejarah dan Budaya Sumedang
Pemerintahan    Minggu 18 Januari 2026    00:51:22 WIBSUMEDANG - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong Situs Gunung Palasari di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sumedang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah yang hidup, edukatif, serta berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Fadli Zon saat mengunjungi Cagar Budaya Tahura Gunung Palasari bersama Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Sabtu (17/01/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat pelestarian situs budaya yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan lingkungan.
“Ke depan, kita akan bersama-sama dengan Pak Bupati, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), serta para pemangku kepentingan lainnya mendorong Situs Gunung Palasari agar menjadi tempat wisata budaya dan sejarah yang hidup,” ujar Fadli Zon.
Menurutnya, pengembangan situs budaya harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Ia menegaskan pentingnya menjaga ekosistem kawasan Tahura, termasuk melalui penanaman pohon-pohon langka yang merupakan bagian dari flora endemik lokal.
“Kita tidak hanya bicara sejarah dan budaya, tetapi juga tanggung jawab ekologis. Ekosistemnya harus dijaga agar nilai budaya dan alamnya tetap utuh,” kata Fadli.
Fadli juga menilai Gunung Palasari memiliki potensi besar untuk ditingkatkan statusnya menjadi cagar budaya nasional. Dengan status tersebut, perlindungan dan pengelolaan situs akan lebih kuat dan berkelanjutan.
“Cagar budaya seperti ini bisa kita dorong untuk ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, sehingga perlindungannya lebih maksimal dan pengelolaannya lebih terarah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk menjaga dan mengelola Gunung Palasari agar tidak hanya terlindungi secara fisik, tetapi juga berfungsi sebagai ruang edukasi budaya bagi masyarakat.
“Cagar budaya ini harus hidup dan memberi dampak. Bukan hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat Sumedang datang, melihat, mengetahui, dan memiliki kesadaran untuk ikut melestarikannya,” tutur Dony.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan cagar budaya. Menurutnya, rasa memiliki menjadi kunci utama pelestarian jangka panjang.
“Ketika masyarakat datang, mengetahui, merasa aware, dan akhirnya merasa memiliki, di situlah pelestarian bisa berjalan berkelanjutan,” katanya.
Ke depan, Pemkab Sumedang juga berencana melakukan digitalisasi Cagar Budaya Gunung Palasari sebagai bagian dari inovasi pelestarian. Digitalisasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses informasi sejarah dan nilai budaya, khususnya bagi generasi muda.
“Kami merencanakan digitalisasi cagar budaya, sehingga informasi sejarah, nilai budaya, dan edukasinya bisa diakses lebih luas dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Dony.***Cece Ruhiyat




























