Menanti Solusi di Tengah Genangan: Suara Warga Arafah Village untuk Kali Sepak Gabus
Peristiwa    Kamis 22 Januari 2026    06:09:23 WIBBekasi-Harapan akan hunian layak dan aman berubah menjadi kecemasan bagi warga Perumahan Arafah Village, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Perumahan bersubsidi yang baru beberapa bulan dihuni itu kembali terendam banjir, memantik kekecewaan warga yang sejak awal dijanjikan kawasan bebas genangan.
Air yang masuk ke permukiman bukan sekadar meninggalkan lumpur dan bau lembap, tetapi juga menyisakan rasa waswas akan masa depan tempat tinggal mereka. Warga pun angkat suara, meminta pemerintah hadir dan bertindak lebih nyata.
Ketua RT 06 Arafah Village, Firdaus, secara terbuka memohon perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar turun tangan menuntaskan normalisasi Kali Sepak Gabus. Ia menilai, persoalan banjir tak akan selesai selama penanganan sungai masih setengah-setengah.
Menurut Firdaus, normalisasi Kali Sepak selama ini baru menyentuh kawasan sekitar Pasar VGH. Sementara aliran sungai di depan perumahan hingga ke bagian hilir belum pernah ditangani secara serius. Kondisi tersebut membuat air mudah meluap setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Tambun Utara.
“Pak KDM, mohon dibantu warga Gabus. Normalisasi Kali Sepak ini belum tuntas dari hulu sampai ke hilir. Kalau bisa gorong-gorong dibongkar dan pinggir kali diturap supaya aliran air lancar,” ujar Firdaus, Rabu (21/1).
Ia menegaskan, banjir bukan semata persoalan alam, melainkan soal tata kelola dan keberpihakan. Firdaus meyakini, jika pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan pihak pengembang mau duduk bersama dan berkolaborasi, potensi banjir dapat ditekan secara signifikan.
Harapan itu semakin mendesak mengingat mayoritas penghuni Arafah Village merupakan masyarakat berpenghasilan rendah. Bagi mereka, banjir bukan hanya merusak perabot rumah tangga, tetapi juga menggerus stabilitas ekonomi keluarga.
Meski air kini telah surut, rasa aman belum sepenuhnya kembali. Sejumlah warga masih memilih menyimpan barang-barang di tempat tinggi, berjaga-jaga jika banjir susulan kembali datang. Di tengah rumah-rumah sederhana itu, warga hanya berharap satu hal sederhana: janji hunian layak yang benar-benar ditepati.***Samsudin




























