Indramayu Siap Jadi Sentra Tebu Jabar, Dukung Swasembada Gula 2027
Pemerintahan    Jumat 23 Januari 2026    03:07:21 WIBIndramayu -Pemerintah Kabupaten Indramayu menyatakan kesiapan menjadi salah satu daerah utama pengembangan tebu nasional guna mendukung target swasembada gula 2027. Komitmen itu ditegaskan dalam rapat koordinasi hilirisasi tebu bersama Kementerian Pertanian di Pendopo Indramayu, Kamis (22/1/2026).
Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Indramayu Syaefudin, unsur Perhutani, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Indramayu, serta organisasi Tani Merdeka Indonesia (TMI). Dalam pertemuan itu, para pihak disebut telah mencapai titik temu terkait arah perluasan tanam dan dukungan untuk petani.
Wakil Bupati Syaefudin mengatakan, Pemkab akan segera bergerak melakukan identifikasi lahan-lahan potensial untuk pengembangan tebu di Indramayu.
“Indramayu ini akan jadi salah satunya, bahkan yang utama di Jawa Barat sebagai lokus hilirisasi tebu,” ujar Syaefudin usai rapat.
Incar Tambahan Lahan, Termasuk Kawasan Perhutani
Saat ini, luas lahan tebu di Indramayu tercatat sekitar 7.000 hektare. Ke depan, Pemkab masih membidik penambahan luasan, terutama pada area yang berada di kawasan Perhutani, dengan tetap melalui tahapan pengecekan kelayakan.
Kepala DKPP Indramayu, Sugeng Heriyanto, menyebut terdapat potensi sekitar 1.500 hektare lahan Perhutani yang berada di wilayah Desa Cikawung dan Sanca untuk ditinjau lebih lanjut.
“Potensi lahan ada, nanti kita cek kelayakannya terlebih dahulu,” kata Sugeng.
Skema Bantuan: Pupuk, Benih, dan Alsintan
Dalam rapat tersebut juga dibahas dukungan pembiayaan bagi petani. Biaya tanam tebu diperkirakan mencapai Rp 28 juta per hektare. Kementerian Pertanian akan membantu Rp 14 juta per hektare, sedangkan sisanya akan difasilitasi koperasi di bawah naungan TMI.
Bantuan itu, kata pihak terkait, tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa sarana produksi seperti pupuk, benih, dan alat mesin pertanian (alsintan).
Tidak Ganggu Sawah Produktif
Meski dikenal sebagai lumbung padi nasional, Pemkab Indramayu memastikan rencana perluasan tebu tidak akan mengganggu lahan sawah produktif. Pengembangan tebu diarahkan pada lahan potensial yang tidak berbenturan dengan sektor pangan utama daerah.
Sementara itu, Kementerian Pertanian menilai Jawa Barat, termasuk Indramayu, memiliki peran strategis untuk menutup kekurangan sekitar 10 ribu hektare lahan tebu secara nasional.
Dengan langkah tersebut, Indramayu tak hanya meneguhkan diri sebagai daerah penyangga pangan, tetapi juga bersiap mengambil peran lebih luas sebagai sentra tebu dan gula nasional.***Fikri Rianto




























