Mahasiswa Dirangkul sebagai Mitra Pembangunan, Pemkab Ciamis Tegaskan Sinergi dengan PMII
Pemerintahan    Minggu 08 Februari 2026    23:33:21 WIBCiamis – Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan komitmennya untuk merangkul mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Penegasan tersebut disampaikan dalam Pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XVIII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Ciamis yang digelar di Aula DPRD Kabupaten Ciamis, Sabtu (7/2/2026).
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, yang diwakili Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Ciamis Aef Saefuloh, menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi lintas elemen, termasuk organisasi kemahasiswaan.
Mengusung tema “Transformasi Gerakan dan Nalar Kepemimpinan: Meneguhkan Era Baru PMII sebagai Penggerak Kemajuan Ciamis”, Konfercab dinilai sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam mewujudkan daerah yang maju dan berkelanjutan.
“Kita sepakat bahwa misi Ciamis adalah membangun sinergi untuk mewujudkan Ciamis yang maju dan berkelanjutan. Kunci keberhasilan pembangunan adalah komunikasi dan kolaborasi yang masif. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa,” ujar Aef dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Ciamis juga memberikan apresiasi atas inovasi yang diluncurkan Korps PMII Putri (KOPRI) PC PMII Ciamis melalui soft launching Pocket Book Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).
Menurut Aef, inisiatif yang digagas Ketua KOPRI PC PMII Ciamis, Sarah Annisya, bersama jajarannya, merupakan contoh nyata kontribusi mahasiswa yang melampaui wacana dan mampu menjawab kebutuhan sosial yang aktual.
“Tantangan revolusi industri dan dinamika sosial hari ini menuntut solusi yang konkret. Kehadiran buku saku ini menjadi bukti bahwa analisis persoalan bisa melahirkan solusi nyata. Ini penting, terutama bagi lingkungan pendidikan di Ciamis, sebagai upaya menekan angka kekerasan seksual,” katanya.
Aef juga mengakui adanya tantangan fiskal dan keterbatasan anggaran daerah yang dihadapi pemerintah. Karena itu, ia mendorong kader PMII untuk terus berperan aktif melalui kritik yang konstruktif dan solutif.
“Kami berterima kasih atas peran PMII yang selama ini aktif berdialog dan berdiskusi terkait pembangunan daerah. Kritik dan saran sangat kami harapkan. Mari bersama-sama memanfaatkan program strategis pemerintah pusat demi kesejahteraan masyarakat Ciamis,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Konfercab XVIII PMII Ciamis, Romi Aji Muharrom, menyampaikan bahwa Konfercab bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum konsolidasi ide dan arah gerakan organisasi.
Senada, Ketua PC PMII Ciamis, Muhamad Rifai, menegaskan pentingnya peran PMII dalam menjawab tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai keislaman dan keindonesiaan. Mabincab PMII Ciamis, Miftah Farid, turut menekankan bahwa PMII harus mampu menjadi jembatan antara gagasan intelektual dan realitas sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap Konfercab ke-XVIII ini dapat berlangsung kondusif serta melahirkan kepengurusan baru yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika zaman, demi kemajuan Tatar Galuh yang berkelanjutan.***Aam Amira




























