Kurangi Sampah dari Hulu, DLH Kota Sukabumi Siapkan Strategi Besar Menuju 2027
Pemerintahan    Rabu 11 Februari 2026    22:13:14 WIBKOTA SUKABUMI - Upaya mengatasi persoalan sampah di Kota Sukabumi tak lagi sekadar soal mengangkut dan membuang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi kini menggeser fokus pada pengurangan sampah sejak dari hulu, yakni dari sumbernya langsung.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Perangkat Daerah DLH yang digelar pada 11 Februari 2026 di Kantor Kecamatan Citamiang. Kepala DLH Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah, menegaskan bahwa strategi pengelolaan sampah tahun 2027 akan lebih menitikberatkan pada perubahan pola pikir dan partisipasi masyarakat.
“Semua dimulai dari hulu, dan itu yang akan kita kejar secara kewenangan pemerintah untuk memberikan rekomendasi dan edukasi. Tetap kita dorong masyarakat untuk memilah dan memilih sampah,” ujar Reni.
Data DLH menunjukkan, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul mencapai 190,32 ton per hari. Sebanyak 38 persen berasal dari rumah tangga, disusul pusat perniagaan 19 persen, fasilitas publik 17 persen, pasar tradisional 14 persen, dan sisanya dari perkantoran. Angka tersebut menjadi alarm serius, terutama di tengah semakin terbatasnya kapasitas TPA Cikundul.
Merespons kondisi itu, DLH telah dan akan menjalankan sejumlah langkah strategis. Di antaranya merevitalisasi Bank Sampah Induk Kota Sukabumi serta menjalin kerja sama dengan PT Semen Jawa dalam pengelolaan sampah.
Untuk tahun 2027, DLH juga merencanakan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), penataan TPA Cikundul, penguatan Program Kampung Iklim, hingga pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha.
Langkah-langkah tersebut disusun sebagai jawaban atas berbagai tantangan lingkungan hidup, mulai dari minimnya penerapan teknologi dalam pengelolaan sampah hingga masih tingginya volume sampah organik.
Reni menekankan, pengelolaan sampah organik menjadi salah satu perhatian utama. DLH berupaya mendorong masyarakat dan pelaku industri untuk mengelola sampah organik secara mandiri.
“Sampah organik di rumah tangga maupun di industri masing-masing, kita sedang upayakan,” tandasnya.
Dengan strategi yang lebih komprehensif dan berbasis partisipasi publik, DLH berharap pengurangan sampah tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga gerakan bersama warga Kota Sukabumi.***Dadan




























