Semai Prestasi Sejak Dini, Banyusari Bangun Budaya Juara dari Ruang Kelas
Pendidikan    Jumat 13 Februari 2026    03:06:54 WIBKarawang – Semangat kompetisi yang sehat kembali menyala di dunia pendidikan dasar Kabupaten Karawang. Kamis (12/2/2026), SDN Banyuasih 1 menjadi pusat pertemuan ratusan siswa terbaik dalam ajang Lomba Akademik Sekolah Dasar Tingkat Kecamatan Banyusari Tahun Pelajaran 2026/2027.
Namun lebih dari sekadar perlombaan tahunan, kegiatan ini menjadi cermin keseriusan daerah dalam memperkuat fondasi literasi dan numerasi dua pilar utama pendidikan di era digital. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, penguatan kemampuan dasar membaca, memahami, dan berhitung menjadi investasi jangka panjang bagi generasi muda.
Sebanyak 128 siswa dari 22 sekolah dasar ambil bagian dalam kompetisi ini. Mereka didampingi 42 guru pembimbing serta 21 kepala sekolah yang turut memberikan dukungan penuh. Suasana sekolah pun berubah menjadi ruang pembuktian intelektual sekaligus ajang pembinaan karakter.
Ketua Panitia, Wahyu Ramdani, M.Pd., M.M., Ph.D., menegaskan bahwa pelaksanaan lomba mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) dari Korwilcambidik Kecamatan Banyusari. Standarisasi ini, kata dia, penting untuk memastikan kualitas pelaksanaan sekaligus menjaga objektivitas penilaian.
Kompetisi tahun ini dirancang komprehensif. Untuk kelas I hingga III, digelar Tes Kompetensi Dasar (TKD) sebagai penguatan fondasi awal. Sementara itu, Kompetisi Sains Nasional (KSN) menguji kemampuan matematika dan IPAS guna menjaring bibit-bibit unggul di bidang sains. Ada pula Lomba Siswa Berprestasi (Sispres) yang menilai peserta secara holistik—tak hanya aspek akademik, tetapi juga spiritual dan emosional.
Menariknya, ajang ini juga menghadirkan Lomba Guru Berprestasi. Langkah ini menjadi pesan kuat bahwa mutu pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kualitas tenaga pendidik. Di ruang kelas, guru adalah ujung tombak. Jika guru terus berkembang dan berprestasi, maka siswa pun memiliki ruang tumbuh yang lebih luas.
Pelaksanaan lomba berlangsung tertib dan lancar, dengan dewan juri yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK). Panitia memastikan setiap tahapan berjalan objektif dan akuntabel.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk berprestasi sekaligus mendorong sekolah meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan,” ujar Wahyu dalam laporan resminya.
Bagi para siswa, lomba ini menjadi latihan mental yang berharga—belajar mengelola tekanan, membangun kepercayaan diri, sekaligus membiasakan diri tampil optimal. Sementara bagi sekolah, hasil kompetisi menjadi refleksi konkret atas proses belajar mengajar yang selama ini dijalankan.
Ajang tingkat kecamatan ini merupakan gerbang awal menuju kompetisi yang lebih tinggi. Para juara akan membawa nama Banyusari ke tingkat Kabupaten Karawang. Lebih dari sekadar piala, harapan terbesar adalah lahirnya budaya prestasi yang tumbuh konsisten di ruang kelas, di lingkungan sekolah, dan dalam semangat belajar anak-anak Banyusari.
Sebab dari ruang-ruang sederhana itulah, masa depan besar sedang dipersiapkan.***Red




























