KDM Ajak Bekasi Benahi Jalan, Sekolah, dan Hati Nurani dalam Safari Ramadan
Pemerintahan    Senin 23 Februari 2026    08:48:27 WIBTAMBUN SELATAN – Ribuan warga memadati Lapangan Den Sakti, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, (21/02/2026) malam. Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, didampingi Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja.
Suasana religius kian terasa dengan tausiah dari Das,ad Latif, yang mengajak masyarakat memaknai Ramadan sebagai momentum perbaikan diri sekaligus perbaikan tata kelola kehidupan bersama.
Di hadapan masyarakat Tambun Selatan yang dikenal sebagai kawasan padat penduduk, KDM berbicara lugas tentang filosofi kepemimpinan. Baginya, jabatan adalah perjalanan pengabdian yang harus menghadirkan kemudahan bagi rakyat.
“Sekali lagi, hidup itu adalah perjalanan, maka jalan itu harus mulus dan lurus, dan kalau ada kelokan, kelokannya harus indah,” ujarnya, disambut tepuk tangan warga.
KDM menekankan bahwa dalam perspektif Islam, penyelenggara negara dapat dianalogikan sebagai amilin pengelola amanah publik. Karena itu, menurutnya, pengelolaan anggaran harus proporsional dan berpihak kepada kepentingan rakyat luas.
“Amilin itu tidak boleh terlalu besar mengambil bagian, batasnya sekitar 10 sampai 15 persen. Kalau terlalu besar, sisa anggaran untuk rakyat menjadi kecil dan pembangunan sulit bergerak cepat,” tegasnya.
Ia juga mengkritisi pola belanja daerah yang dinilai belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Masih adanya sekolah dasar rusak, keterbatasan fasilitas pendidikan, hingga jalan berlubang menjadi sorotan utama.
“Tugas penyelenggara negara itu membereskan perut rakyat agar tidak ada yang lapar, membereskan sekolah supaya tidak ada anak yang putus sekolah, dan memastikan jalan tidak berlubang,” katanya dengan nada tegas.
Transparansi anggaran, lanjutnya, menjadi kunci membangun kepercayaan publik. KDM mendorong pemerintah daerah membuka secara detail penggunaan anggaran agar masyarakat mengetahui arah dan prioritas belanja daerah.
“Kita umumkan secara terbuka, kita punya uang sekian, belanjanya sekian, peruntukannya sekian. Rakyat harus tahu sampai titik koma anggaran kita,” ujarnya.
Tak hanya soal infrastruktur dan pendidikan, ia juga menyinggung pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Pembangunan yang tak terkendali di wilayah hulu, menurutnya, berpotensi memicu banjir di wilayah hilir seperti Kabupaten Bekasi.
“Kalau wilayah pegunungan dibangun hotel dan perumahan semua, airnya jatuh ke mana? Ke Bekasi. Kalau sungainya dangkal dan penuh sampah, banjir tidak bisa dihindari,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan apresiasi atas kehadiran gubernur di Tambun Selatan. Ia menyebut Desa Sumberjaya dihuni sekitar 120 ribu jiwa, sementara Kecamatan Tambun Selatan mencapai kurang lebih 700 ribu jiwa sebuah tantangan besar dalam pelayanan publik.
“Alhamdulillah hari ini kita diberi nikmat sehat sehingga dapat berkumpul dalam Safari Ramadan yang digagas provinsi,” ujarnya.
Menurut Asep, kehadiran gubernur secara langsung menjadi bentuk perhatian terhadap wilayah padat penduduk. Momentum itu dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi sekaligus menyerap aspirasi warga.
Ia juga memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah mengalokasikan anggaran untuk percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan rusak. Pergeseran anggaran sedang dilakukan agar program prioritas segera direalisasikan.
“Insya Allah jalan-jalan yang jelek akan dibangun. Kita sedang menunggu pergeseran anggaran agar pelaksanaannya bisa segera berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya optimistis.
Di bawah langit Ramadan, Safari ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi ruang dialog antara pemimpin dan rakyat tentang jalan yang harus diperbaiki, sekolah yang harus dibenahi, dan amanah yang harus dijaga.***Samsudin
























