Perangi Sampah dari Hulu ke Hilir, Kota Sukabumi Salurkan 7 Motor Sampah di Momentum HPSN 2026
Pemerintahan    Selasa 24 Februari 2026    06:29:16 WIBKOTA SUKABUMI - Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat komitmennya dalam penanganan persoalan sampah. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, sebanyak tujuh unit Motor Sampah (Mosam) disalurkan untuk mendukung optimalisasi pengelolaan sampah di tiap kecamatan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, kepada para camat saat Apel Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang digelar di Balai Kota, 23 Februari 2026.
Sekretaris DLH Kota Sukabumi, Yelly Yumaeli, menegaskan bahwa HPSN yang diperingati setiap 21 Februari menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian serta kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah yang kian kompleks.
“HPSN bukan sekadar seremoni, tetapi ajakan untuk memperkuat peran aktif masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumber,” ujarnya.
Selain penyerahan Mosam, rangkaian HPSN tingkat kota juga diisi kegiatan Jumat Bersih di berbagai wilayah, sosialisasi pengelolaan sampah, serta penguatan jejaring bank sampah di setiap RW. Pemerintah juga mendorong kolaborasi lintas sektor guna membangun gaya hidup minim sampah di tengah masyarakat.
ASN Diminta Jadi Garda Terdepan
Dalam amanatnya, Ayep Zaki mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah, dimulai dari lingkungan kerja masing-masing.
“Saya nyatakan mari kita berperang dengan sampah, seluruhnya, bukan hanya DLH. Tidak ada lagi sampah di lingkungan kerja di seluruh perangkat daerah,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa persoalan sampah bukan semata tanggung jawab satu dinas, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat.
Targetkan Pengolahan RDF, Gandeng PLTU Palabuhan Ratu
Tak berhenti pada penguatan armada pengangkut, Pemkot Sukabumi juga menargetkan realisasi satu unit mesin pengolah sampah menjadi Refused Derived Fuel (RDF). Mesin tersebut akan ditempatkan di fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Rencananya, hasil olahan RDF akan dipasarkan ke PLTU Palabuhan Ratu sebagai bahan bakar alternatif.
“Kita akan realisasikan satu TPS3R untuk mengolah sampah menjadi RDF yang nantinya kita jual ke PLTU. Kita sudah menghubungi PLTU Palabuhan Ratu. Ini ikhtiar kita sehingga insyaallah pada saatnya Kota Sukabumi bisa menyelesaikan masalah sampah. Paling tidak kita butuh 20 unit mesin supaya bisa mengolah 180 ton sampah per hari,” ungkap Ayep.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Sukabumi dalam menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus membuka peluang ekonomi dari pengolahan sampah berbasis energi.
Dengan semangat HPSN 2026, Kota Sukabumi menegaskan tekadnya untuk bertransformasi menuju kota yang lebih bersih, berkelanjutan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.***Dadan Sundana
























