Harapan dari Sukabumi: 18 Calon Jemaah Haji Ditempa Lewat Manasik untuk Raih Kemabruran
Pemerintahan    Kamis 02 April 2026    23:13:04 WIBKOTA SUKABUMI - Bimbingan manasik haji bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ruang pembekalan penting bagi para calon jemaah untuk memahami makna dan tata cara ibadah secara utuh. Hal itu ditegaskan Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Fajar Rajasa, saat membuka kegiatan manasik haji di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Sukabumi, Kamis (2/4/2026).
Menurut Fajar, manasik menjadi bekal utama agar jemaah memiliki kesiapan fisik, mental, dan spiritual dalam menunaikan rukun Islam kelima sesuai tuntunan syariat. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh.
“Harapannya, para jemaah tidak hanya mampu melaksanakan ibadah dengan baik, tetapi juga kembali sebagai haji yang mabrur,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan nama baik daerah selama berada di Tanah Suci. Bagi Fajar, setiap jemaah membawa identitas Kota Sukabumi yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Sukabumi, Apipudin, mengungkapkan bahwa kuota jemaah haji tahun 2026 mengalami penurunan signifikan. Kota Sukabumi hanya memperoleh alokasi sebanyak 35 orang.
Dari jumlah tersebut, hanya 21 calon jemaah yang melunasi biaya perjalanan ibadah haji. Ditambah adanya mutasi ke daerah lain, total jemaah yang siap diberangkatkan tahun ini tersisa 18 orang.
“Bimbingan manasik telah dilaksanakan empat kali di tingkat kecamatan sebelum Ramadan. Hari ini merupakan manasik tingkat kota sebagai penguatan akhir,” jelasnya.
Selain jemaah, terdapat empat petugas haji yang akan mendampingi, terdiri dari satu ketua kloter, satu pembimbing ibadah, serta dua tenaga kesehatan.
Rencananya, para jemaah asal Kota Sukabumi akan tergabung dalam kloter 13 JKS bersama jemaah dari Kabupaten Sukabumi dan Kota Bekasi. Mereka dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 7 Mei 2026.
Di tengah keterbatasan kuota, harapan tetap terpatri. Bagi 18 calon jemaah ini, perjalanan haji bukan hanya soal keberangkatan, tetapi tentang kesiapan hati untuk menunaikan panggilan suci dengan penuh keikhlasan.***Dadan Sundana




























