Habbina
Bupati Dian Ajak Kampus dan Desa Bergandengan Tangan, KKN Kolaboratif Didorong Jadi Motor Perubahan
0 Komentar 135 pembaca

Bupati Dian Ajak Kampus dan Desa Bergandengan Tangan, KKN Kolaboratif Didorong Jadi Motor Perubahan

Pendidikan

KUNINGAN – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa pembangunan desa tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar program pemberdayaan mampu memberi dampak nyata dan berkelanjutan.
Pesan itu disampaikan saat melakukan monitoring dan evaluasi Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Perguruan Tinggi se-Kabupaten Kuningan 2026 di Kecamatan Garawangi, Senin (10/8/2026).
Program KKN yang berlangsung pada 1–10 Agustus 2026 tersebut melibatkan mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Kabupaten Kuningan, yakni Universitas Kuningan, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, Universitas Bhakti Husada Kuningan, Politeknik Kesehatan KMC Kuningan, dan Sekolah Tinggi Agama Kuningan.
Di hadapan para rektor, dosen pembimbing, camat, kepala desa, dan mahasiswa, Dian menyampaikan apresiasinya atas terbangunnya kolaborasi lintas kampus yang menurutnya menjadi contoh baik dalam mendukung pembangunan daerah.
"Saya merasa bangga, di sela-sela kesibukan para rektor, pembimbing, dan pengajar masih bisa meluangkan waktu memberikan sebuah kebijakan yang cukup mulia, yaitu kolaborasi," ujar Dian.
Menurutnya, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan persoalan riil masyarakat. Dari proses tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengasah kemampuan komunikasi, kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis atau keterampilan 4C yang dibutuhkan di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Dian menilai berbagai inovasi yang dipresentasikan mahasiswa menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Beragam gagasan sederhana seperti pengelolaan sampah, penanganan stunting, pengembangan UMKM, kegiatan keagamaan, hingga budidaya hidroponik dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat apabila dijalankan secara konsisten.
"Tidak ada perubahan besar apabila tidak diawali perubahan-perubahan kecil. Apa yang sederhana itu bisa membentuk sesuatu yang besar. Daripada kita berpikir hal yang besar tapi tidak kita laksanakan sama sekali," katanya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memahami kondisi sosial, budaya, dan karakter masyarakat sebelum menjalankan program di lapangan. Pemetaan kebutuhan desa, menurutnya, menjadi langkah penting agar setiap kegiatan benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi warga.
Tak hanya itu, Dian meminta perangkat daerah ikut memperkuat pelaksanaan KKN melalui kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dukungan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk penyediaan bibit ikan, pakan, bahan kompos, papan informasi, hingga perbaikan fasilitas umum dan tempat ibadah yang menunjang program mahasiswa.
"Ke depan kita perbaiki, kita evaluasi lagi. Saya juga akan jadi motor. Ayo, mumpung saya jadi Bupati, ayo kasih stimulasi juga untuk KKN kolaboratif," tegasnya.
Bagi Dian, keberhasilan KKN tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus. Yang lebih penting adalah keberlanjutan berbagai program yang telah dirintis agar tetap berjalan dan berkembang bersama masyarakat.
"KKN kolaboratif boleh berakhir, tapi kenangan ini akan terus terasa sepanjang masa. Kebaikan adik-adik yang sudah dilaksanakan di desa-desa ini akan dikenang oleh masyarakat dan insyaallah dicatat sebagai amal jariah buat kita semua," tuturnya.
Sementara itu, Camat Garawangi Maryanto menjelaskan, pelaksanaan KKN Kolaboratif di wilayahnya difokuskan pada tiga isu utama, yakni percepatan penurunan stunting, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta penguatan UMKM agar mampu naik kelas.
Dalam bidang kesehatan, mahasiswa terlibat dalam edukasi gizi, penyusunan buku saku MP-ASI, pengembangan Dapur Sehat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, hingga penguatan Program GASPOL (Gerakan Atasi Stunting Berbasis Potensi Kearifan Lokal).
Di sektor lingkungan, mahasiswa mengenalkan berbagai inovasi sederhana seperti rocket stove, biopori, pengelolaan sampah komunal, hingga pemanfaatan limbah menjadi bahan baku batako dan paving block. Sementara untuk UMKM, pendampingan dilakukan melalui penguatan branding, desain kemasan, pemasaran digital, inovasi produk, hingga fasilitasi sertifikasi halal.
Ketua Konsorsium KKN Kolaboratif Perguruan Tinggi se-Kabupaten Kuningan, Ana Fitria, menegaskan bahwa KKN merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.
Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat terus diperkuat sehingga berbagai inovasi yang lahir selama KKN dapat berlanjut dan memberi manfaat jangka panjang bagi pembangunan desa di Kabupaten Kuningan.***Red-Ading Permana

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top