Habbina
Dini Hari Berburu Air, Warga Karawang Rela Antre hingga Pagi
0 Komentar 167 pembaca

Dini Hari Berburu Air, Warga Karawang Rela Antre hingga Pagi

Peristiwa

KARAWANG-Jarum jam baru menunjukkan pukul 02.00 dini hari ketika warga Kampung Cibereum, Desa Jatilaksana, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, mulai bergegas meninggalkan rumah.
Di tengah gelap malam dan udara yang dingin, mereka memacu sepeda motor menuju area persawahan di ujung desa. Bukan untuk bekerja di ladang, melainkan mencari air bersih.
Jeriken kosong menjadi barang yang wajib dibawa. Warga harus rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak hingga mandi.
Aisyah, salah seorang warga, mengatakan kondisi tersebut sudah menjadi rutinitas selama kemarau. Ia bahkan harus bolak-balik hingga lima kali dalam sehari untuk mengangkut air menggunakan sepeda motor.
“Ngambil jauh dekat sawah, ngantri dari jam 2 malam sampai pagi. Sehari bisa bolak-balik lima kali bawa jeriken naik motor,” kata Aisyah, Kamis (20/8/2026).
Bagi warga, mendapatkan air bersih kini bukan perkara mudah. Mereka harus menunggu dalam antrean yang panjang hingga matahari terbit.
Kondisi itu juga menyimpan risiko. Di tengah gelapnya malam, warga harus berhati-hati terhadap hewan liar dan binatang melata yang berada di sekitar persawahan.
Tak jarang, anak-anak yang hendak berangkat sekolah ikut membantu orang tua mengangkut jeriken air.
“Kan apa sih bawain ininya, apa sih yang pakai keretan gitu kan sendiri-sendiri, otomatis ngantri, susah,” ujarnya.
Aisyah mengatakan kekeringan sebenarnya bukan persoalan baru bagi warga di wilayah tersebut. Sejak 2015, kemarau dan kesulitan mendapatkan air bersih hampir selalu terjadi setiap tahun.
Namun, menurut dia, kondisi tahun ini jauh lebih berat.
“Semenjak tahun 2015 ada saja kekeringannya, setiap tahun ada. Tapi kalau tahun ini lebih parah,” keluhnya.
Bantuan Air Mulai Disalurkan
Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih mulai disalurkan melalui kolaborasi berbagai pihak. PHE ONWJ bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mendistribusikan total 92.000 liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan.
Distribusi dilakukan secara bertahap hingga 31 Agustus 2026. Kampung Cibereum menjadi salah satu titik awal penanganan karena warga di wilayah tersebut mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.
Satu unit armada tangki BPBD berkapasitas 5.000 liter dikerahkan untuk memasok kebutuhan warga. Pengiriman dilakukan secara intensif sebanyak dua rit setiap hari.
Secara keseluruhan, bantuan tersebut ditargetkan menjangkau 15 desa yang tersebar di lima kecamatan terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Karawang Usep Supriatna mengatakan penanganan krisis air membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat harus bergerak bersama melalui pendekatan pentahelix.
“Penanganan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah karena ada keterbatasan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina (PHE ONWJ) dan elemen lain seperti BBWS, PMI, BAZNAS, hingga kawasan industri seperti KIM, Surya Cipta, dan Astra yang sudah ikut berkontribusi,” ujar Usep.
Meski bantuan air menjadi solusi darurat, persoalan kekeringan dinilai tidak cukup diselesaikan dengan distribusi air menggunakan mobil tangki.
BPBD mendorong adanya langkah jangka panjang agar warga tidak kembali mengalami situasi serupa pada musim kemarau berikutnya.
Sejumlah solusi yang dinilai perlu direalisasikan antara lain pembangunan jaringan pipanisasi, pengeboran sumur dalam, pemanfaatan air hujan, perbaikan saluran bendungan, hingga pembangunan lubang biopori dan kawasan resapan air.
“Program pipanisasi, pengeboran sumur dalam, pengolahan air hujan, perbaikan saluran bendungan, hingga pembuatan lubang biopori dan daerah resapan air menjadi agenda vital yang harus direalisasikan bersama,” kata Usep.
Bagi warga seperti Aisyah, solusi tersebut bukan sekadar program pemerintah. Keberadaannya sangat menentukan apakah pada musim kemarau mendatang mereka masih harus menyalakan sepeda motor pada pukul 02.00 dini hari hanya untuk mendapatkan beberapa jeriken air.***Red-Emn

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top