Habbina
Bantuan ATENSI Jadi Penguat Kemandirian 160 Warga Rentan di Kuningan
0 Komentar 164 pembaca

Bantuan ATENSI Jadi Penguat Kemandirian 160 Warga Rentan di Kuningan

Pemerintahan

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Kementerian Sosial RI terus memperkuat perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial. Sebanyak 160 warga dari kelompok rentan menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dengan total nilai mencapai Rp383 juta lebih.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 38 Kuningan, Jalan Pramuka Gang Tunas III, Purwawinangun, Kamis (27/8/2026).
Penerima bantuan terdiri atas lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta keluarga peserta didik Sekolah Rakyat. Penyaluran dilakukan melalui Sentra Phalamartha Sukabumi Kementerian Sosial RI.
Kepala Sentra Phalamartha Sukabumi, Febraldi, mengatakan program ATENSI ditujukan untuk membantu kelompok rentan agar mampu meningkatkan keberfungsian sosial sekaligus membangun kemandirian.
“Bantuan ini adalah bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial. Ini memang menjadi program Kementerian Sosial untuk menyalurkan bantuan bagi lansia, disabilitas, anak-anak terlantar, korban penyalahgunaan napza dan lain-lain,” ujarnya.
Menurut Febraldi, bantuan untuk warga Kuningan diharapkan tidak berhenti sebagai dukungan sesaat. Penerima yang memperoleh bantuan usaha, misalnya, didorong untuk mengelolanya secara berkelanjutan agar dapat menambah penghasilan keluarga.
Ia juga mendorong penguatan akses layanan terapi bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Kuningan. Menurutnya, kebutuhan terhadap layanan terapi masih cukup besar sehingga diperlukan sinergi lintas sektor agar masyarakat lebih mudah memperoleh pelayanan.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi perhatian pemerintah pusat tersebut. Ia menilai bantuan ATENSI menjadi salah satu bukti kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan.
“Ini membuktikan pemerintah hadir di tengah-tengah urang. Di kala urang nuju sesah, kasulitan, kaum lansia, penyandang disabilitas, maupun orang tua yang putra-putrinya sekolah di Sekolah Rakyat, pemerintah siap membantu,” kata Dian.
Dian menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan, jembatan maupun infrastruktur lainnya. Pembangunan manusia, menurut dia, harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
“Ngawangun teh sanes ngan ngawangun jembatan anu weweg atawa jalan anu sae. Tapi oge ngawangun kumaha masyarakat berdaya, mandiri, aman jeung nyaman,” tuturnya.
Semangat tersebut, lanjut Dian, sejalan dengan visi Kuningan Melesat yang mencakup Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh.
Pemkab Kuningan juga terus mengembangkan program Gema Sadulur atau Gerakan Bersama Ngariksa Kaum Dhuafa, Lanjut Usia, dan Pengangguran. Program tersebut dinilai memiliki semangat yang sejalan dengan ATENSI karena sama-sama memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesejahteraan sosial.
“Gema Sadulur teh saluyu sareng program nu ayeuna, ATENSI, anu lewat Sentra Phalamartha di Sukabumi. Ieu saluyu pisan,” ujar Dian.
Namun, penanganan persoalan sosial, kata dia, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha, CSR, Baznas, para dermawan dan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi juga perlu mengambil bagian.
“Kuningan akan maju apabila dibangun tidak hanya oleh pemerintah saja, tapi oleh semua elemen masyarakat,” tegasnya.
Dian menyebut keterbatasan kemampuan APBD membuat kolaborasi menjadi penting. Kerja sama dengan pemerintah pusat, kementerian, dunia usaha, CSR, Baznas dan berbagai elemen masyarakat dibutuhkan untuk menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
Upaya tersebut mencakup berbagai persoalan, mulai dari kesehatan, pendidikan, kebencanaan hingga pemberdayaan ekonomi. Program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), misalnya, juga terus didorong melalui kolaborasi dengan pihak swasta dan masyarakat.
“Tidak boleh masyarakat Kuningan tertinggal dalam pembangunan. Tidak boleh ada sekelompok masyarakat yang tidak merasakan manfaat pembangunan dan nikmatnya merdeka,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dian juga menyoroti keberadaan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi rentan, khususnya kelompok desil 1 dan 2, diharapkan memperoleh kesempatan pendidikan yang layak.
Menurutnya, keterbatasan ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk menggapai cita-cita.
“Mimpi jadi dokter, profesor, tentara, polisi, kiai, camat, bupati, bahkan gubernur adalah hak semua warga. Cita-cita anak tidak boleh dibatasi pedah orang tuana teu mampu,” ungkapnya.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 38 Kuningan, Efa Septia Nurida, mengatakan bantuan ATENSI memiliki keterkaitan erat dengan tujuan Sekolah Rakyat. Pendidikan anak, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan keluarga.
“Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program strategis nasional yang tujuan utamanya adalah untuk mengentaskan atau memutus tali kemiskinan, ini sangat sinergis. Anak-anaknya ada di Sekolah Rakyat untuk mengikuti pendidikan dan orang tuanya dengan bantuan ATENSI ini menjadi berdaya,” ujarnya.
Pemkab Kuningan berharap kolaborasi bersama Kementerian Sosial dan berbagai pihak dapat terus diperluas. Dengan demikian, bantuan sosial tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga menjadi pijakan agar kelompok rentan dapat bangkit, mandiri dan memiliki kehidupan yang lebih baik.***Red-Ading Permana

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top