Langit Masih 'Bekerja Keras' hingga 26 Januari: BMKG Ungkap Biang Cuaca Ekstrem yang Belum Usai
Pemerintahan    Kamis 22 Januari 2026    12:16:20 WIBJAKARTA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap alasan mengapa potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan menghampiri sejumlah wilayah Indonesia hingga 26 Januari 2026. Dalam prospek cuaca sepekan, BMKG menegaskan hujan lebat hingga ekstrem masih berpeluang terjadi di banyak daerah, seiring dinamika atmosfer yang dinilai masih sangat aktif.
BMKG menjelaskan, “mesin” pembentuk awan hujan saat ini dipengaruhi kombinasi faktor global, regional, hingga lokal yang saling menguatkan. Salah satu pendorongnya ialah ENSO yang terpantau berada pada fase negatif atau La Niña lemah, kondisi yang dapat meningkatkan pasokan uap air di atmosfer.
Tak berhenti di situ, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) juga terpantau melintas di sekitar NTB, NTT, Laut Flores, Laut Timor, hingga Samudra Hindia selatan NTT. BMKG menilai, saat MJO “bertemu” dengan Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator, pembentukan awan hujan bisa kian intens—terutama dari wilayah barat Sumatra hingga Indonesia bagian selatan.
Situasi makin kompleks karena BMKG turut memantau pengaruh sistem siklon di sekitar kawasan. Siklon Tropis Nokaen terpantau berada di wilayah Laut Filipina (utara Maluku Utara), sementara Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia ikut memicu pola konvergensi dan belokan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Di saat bersamaan, BMKG juga menyoroti potensi seruakan dingin (cold surge) dari Benua Asia yang dapat meningkatkan kecepatan angin dan mendorong pembentukan awan hujan secara lebih masif di wilayah selatan khatulistiwa. Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat risiko hujan ekstrem, angin kencang, dan cuaca buruk meningkat.
Dalam rincian peringatan sepekan, BMKG menyebut potensi cuaca ekstrem dapat muncul bergantian di sejumlah wilayah. Untuk periode menjelang akhir Januari, wilayah yang diprakirakan perlu meningkatkan kewaspadaan mencakup Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara, dengan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang pada hari-hari tertentu hingga 26 Januari 2026.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, rutin memantau pembaruan informasi resmi, dan meningkatkan kesiapsiagaan untuk meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi terutama bagi wilayah berstatus Siaga hingga Awas. ***Red




























