Transjabodetabek Cawang–Cikarang Resmi Melaju, Harapan Baru Mobilitas Pekerja Bekasi
Pemerintahan    Jumat 13 Februari 2026    03:48:55 WIBBEKASI - Harapan akan perjalanan yang lebih nyaman dan terjangkau bagi ribuan pekerja di kawasan industri Cikarang kini mulai terwujud. Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi melakukan flag off layanan Transjabodetabek Koridor Cawang–Cikarang (Kota Jababeka) di kawasan Jababeka, Cikarang Utara, Kamis (12/2).
Peresmian koridor baru ini dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, jajaran Pemprov DKI Jakarta, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pemangku kepentingan sektor transportasi.
Dalam sambutannya, Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa Kabupaten Bekasi sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia menghadapi tantangan mobilitas yang semakin kompleks. Kemacetan lalu lintas, tingginya biaya perjalanan harian, hingga tekanan terhadap lingkungan menjadi persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para pekerja.
“Kehadiran angkutan umum massal yang terjadwal, nyaman, dan terjangkau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Koridor Cawang–Cikarang ini diharapkan menjadi solusi konkret atas persoalan tersebut. Selain memperkuat konektivitas antara Bekasi dan Jakarta, layanan ini juga mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Menurutnya, kolaborasi lintas wilayah antara Pemkab Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta menjadi langkah strategis dalam membangun sistem transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Integrasi ini tidak hanya bertujuan memperlancar arus mobilitas pekerja, tetapi juga menekan kemacetan serta mengurangi emisi kendaraan bermotor.
Kehadiran Transjabodetabek di kawasan industri Cikarang menjadi simbol sinergi antarwilayah dalam menjawab kebutuhan masyarakat urban yang terus berkembang. Bagi para pekerja yang setiap hari menempuh perjalanan Bekasi–Jakarta, layanan ini bukan sekadar moda transportasi baru, melainkan secercah harapan akan perjalanan yang lebih manusiawi.***Samsudin



























