Bupati Dony Ajak Guru Sumedang Bertransformasi: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban
Pendidikan    Kamis 26 Februari 2026    01:05:36 WIBSUMEDANG – Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi peradaban yang menentukan arah masa depan daerah. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Sinergi Lintas Jenjang Peran MGMP, KKG, dan IGTKI dalam Transformasi Pendidikan Sumedang di Aula Tampomas Setda Sumedang, Rabu (25/2/2026).
Menurut Dony, forum tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis yang akan memengaruhi wajah Kabupaten Sumedang dalam jangka panjang. Ia mengingatkan, pendidikan tidak berhenti di ruang kelas atau sebatas kurikulum, tetapi menjadi investasi karakter yang hasilnya baru terasa 10 hingga 20 tahun mendatang.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Para pendidik, dari PAUD hingga SMA, sedang menanam karakter, kedisiplinan, dan nilai. Panennya mungkin satu atau dua dekade ke depan. Itulah makna transformasi,” ujarnya.
Guru sebagai Kunci Perubahan
Bupati menekankan, transformasi pendidikan tidak mungkin berjalan tanpa transformasi guru sebagai aktor utama. Ia mendorong para pendidik untuk membangun growth mindset, terbuka terhadap perubahan, dan berani berinovasi dalam metode pembelajaran.
Di tengah percepatan teknologi informasi, lanjutnya, pola belajar peserta didik juga berubah. Murid hidup dalam ekosistem digital yang membuat mereka cepat menyerap informasi. Karena itu, guru dituntut adaptif agar proses belajar tetap relevan.
“Perubahan memang tidak mudah. Tapi guru harus siap bertransformasi, menyukai hal-hal baru, dan terus mengembangkan diri,” tegasnya.
Sinergi Lintas Jenjang
Dony juga mengajak organisasi profesi guru seperti MGMP, KKG, dan IGTKI untuk memperkuat kolaborasi lintas jenjang. Ia menilai, integrasi visi dan langkah menjadi kunci agar transformasi pendidikan berjalan berkelanjutan.
Menurutnya, selama ini masih ada kerja-kerja yang berjalan sendiri-sendiri. Ke depan, sinergi perlu dibangun agar gerak pendidikan di Sumedang lebih terarah dan berdampak luas.
“MGMP adalah ruang intelektual bagi guru mata pelajaran untuk melahirkan ide, gagasan, dan formulasi perubahan. Semua elemen harus bergerak bersama,” katanya.
Bagi Dony, transformasi pendidikan bukan sekadar perubahan administratif, melainkan perubahan pola pikir dan cara mendidik. Pemanfaatan teknologi informasi, tambahnya, menjadi instrumen penting untuk mewujudkan pendidikan Sumedang yang adaptif, relevan, dan berdaya saing di tengah tantangan zaman.***Cece Ruhiyat
























