Dari Lensa ke Cerita Cinta, Brits Hotel Angkat Wajah Heritage Karawang
Daerah    Kamis 26 Februari 2026    00:38:42 WIBKARAWANG - Di tengah geliat industri perhotelan yang kian kompetitif, Brits Hotel Karawang memilih jalan berbeda. Bukan sekadar menawarkan paket pernikahan, hotel ini justru mengajak publik melihat Karawang dari sudut pandang yang lebih puitis: dari lensa kamera, menjadi memorabilia.
Melalui kampanye fotografi bertajuk “Dari Lensa Menjadi Memorabilia”, Brits Hotel menggandeng Karawang Photographer Community (KPC), Karawang Walking Tour, serta mendapat dukungan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karawang. Kolaborasi ini menyatukan industri perhotelan, komunitas kreatif, hingga pegiat wisata dalam satu narasi besar: menghidupkan kembali potensi heritage Karawang lewat visual.
Executive Assistant Manager Brits Hotel Karawang, Dinto, menuturkan bahwa ide tersebut lahir dari keinginan menghadirkan pendekatan baru dalam promosi wedding showcase.
“Potensi wisata di Karawang sebenarnya sangat besar, namun masih perlu ruang eksposur yang lebih luas. Melalui kampanye ini kami mencoba menggabungkan konsep wedding dengan lokasi-lokasi heritage agar memiliki nilai cerita sekaligus promosi destinasi,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Alih-alih memusatkan sesi pemotretan di ballroom hotel, tim kreatif membawa konsep pernikahan modern ke ruang-ruang bersejarah. Salah satunya di kawasan Candi Jiwa, situs peninggalan masa lampau yang menghadirkan lanskap senja dramatis.
Wawan dari Story Potrait mengisahkan bagaimana tim harus menunggu momen golden hour dengan waktu yang terbatas. “Hasil visual sunset yang didapat justru menjadi salah satu bagian paling kuat dari keseluruhan konsep,” katanya.
Momen tak kalah berkesan terjadi saat sesi pemotretan di sebuah vihara yang bertepatan dengan perayaan Imlek. Interaksi alami yang tercipta di tengah suasana perayaan, menurut makeup artist Milda, memperkaya cerita visual yang dihasilkan.
Ketua KPC, Jo, menegaskan bahwa fotografi bukan sekadar soal estetika. “Kami berupaya memastikan setiap foto tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan cerita tentang lokasi dan identitas Karawang,” ujarnya.
Dari sisi pemerintah daerah, Ketua Tim Destinasi Pariwisata Disparpora Karawang, Kustia Wildan Prayana, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, pendekatan visual berbasis kolaborasi lintas komunitas sejalan dengan strategi promosi wisata yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kegiatan seperti ini menjadi bentuk promosi yang relevan. Visual fotografi mampu menjangkau audiens lebih luas dan membangun persepsi positif terhadap destinasi budaya Karawang,” katanya.
Kolaborasi juga menghadirkan dinamika tersendiri, termasuk tantangan teknis perizinan di sejumlah lokasi, seperti area KCIC. Namun bagi Akbar dari Janji Kita, hambatan itu justru membuka peluang eksplorasi spot baru yang sebelumnya jarang dimanfaatkan untuk sesi foto.
Lebih dari sekadar kampanye promosi, inisiatif ini menjadi cermin bagaimana industri perhotelan dapat berperan sebagai simpul ekosistem ekonomi kreatif. Brits Hotel Karawang berupaya membangun jembatan antara masa lalu dan masa kini — antara sejarah yang membumi dan cinta yang dirayakan.
Dari lensa kamera, Karawang tak lagi hanya dikenal sebagai kawasan industri. Ia menjelma menjadi ruang cerita tempat di mana warisan budaya, kreativitas, dan harapan bertemu dalam satu bingkai.***Red Emn

























