Sentuh Akar Masalah, Sumedang Perkuat Strategi Kolektif Tekan Kemiskinan
Pemerintahan    Kamis 26 Februari 2026    01:38:53 WIBSUMEDANG - Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang mempertegas komitmennya dalam menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan terpadu lintas perangkat daerah. Langkah tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Langkah Terpadu Efektivitas Program Pengentasan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem yang digelar di Ruang Rapat Tadjimalela Bapperida Kabupaten Sumedang, Rabu (25/2/2026).
Rakor dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, didampingi Sekretaris Daerah Ruswati, Kepala Bapperida Sajidin, para kepala UPTD, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Dalam arahannya, Wabup Fajar menegaskan bahwa persoalan kemiskinan tidak cukup diselesaikan melalui bantuan sosial semata. Menurutnya, bantuan hanya bersifat sementara, sementara yang dibutuhkan masyarakat adalah keberdayaan yang berkelanjutan.
“Pengentasan kemiskinan tidak akan benar-benar tuntas kalau kita tidak menyelesaikan sampai ke akarnya. Bantuan itu sifatnya sementara, tetapi keberdayaan harus selamanya. Mindset menunggu bantuan ini harus kita ubah,” tegasnya.
Ia mengakui, di sejumlah wilayah pelosok dan desa terpencil masih ditemukan ketergantungan terhadap bantuan sosial. Karena itu, pendekatan persuasif dan empati dinilai menjadi kunci dalam proses pendampingan.
Wabup Fajar meminta seluruh perangkat daerah tidak terjebak pada pencapaian angka statistik semata, melainkan fokus pada perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Baginya, keberhasilan program bukan hanya tercermin dari laporan, tetapi dari keluarga yang benar-benar mampu bangkit secara ekonomi.
Selain perubahan pola pikir, validasi data juga menjadi perhatian serius. Ia mengingatkan agar tidak terjadi kesalahan sasaran akibat data yang tidak akurat.
“Verifikasi dan validasi harus benar-benar dilakukan. Pastikan bantuan APBD tepat sasaran dan diterima masyarakat yang benar-benar berhak,” ujarnya.
Dalam menghadapi era digital, Pemkab Sumedang juga mendorong pendampingan intensif bagi keluarga miskin, mulai dari pelatihan usaha hingga pemanfaatan teknologi untuk pemasaran daring. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tidak tertinggal dalam arus digitalisasi ekonomi.
Di sektor pendidikan, peningkatan rata-rata lama sekolah disebut sebagai kunci utama menekan kemiskinan secara berkelanjutan. Wabup Fajar meyakini, akses pendidikan yang lebih baik akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi generasi berikutnya.
“Kalau pendidikan meningkat, saya yakin kemiskinan pasti turun. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan yang cukup akan membantu keluarganya keluar dari kemiskinan,” katanya.
Persoalan pengangguran di wilayah industri juga menjadi sorotan. Menurutnya, keberadaan pabrik di Sumedang harus berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja lokal. Untuk itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri menjadi prioritas.
“Pabrik ada di Sumedang, tenaga kerjanya harus orang Sumedang. Kita siapkan pelatihannya dulu sesuai kebutuhan perusahaan,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah akibat pemotongan anggaran, Wabup Fajar mengingatkan agar tidak ada program yang berjalan sia-sia. Seluruh intervensi harus terukur dan berdampak nyata pada penurunan kemiskinan ekstrem.
Menutup arahannya, ia mengajak seluruh jajaran bekerja dengan keikhlasan dan empati dalam melayani masyarakat.
“Pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara kolektif dan komprehensif. Kita semua adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita kerjakan hari ini,” pungkasnya.***Cece Ruhiyat
























