Mengabdi di Tengah Warga, 487 Praja IPDN Akhiri Bhakti Karya Praja di Sumedang
Pendidikan    Sabtu 07 Maret 2026    19:47:55 WIBSUMEDANG - Program Bhakti Karya Praja (BKP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII di Kabupaten Sumedang resmi ditutup oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan pengabdian tersebut berlangsung selama satu bulan, sejak 6 Februari hingga 6 Maret 2026, dengan melibatkan 487 Praja IPDN yang terdiri dari 476 Praja Putri dan 11 Praja Putra. Mereka diterjunkan langsung ke tengah masyarakat di 23 desa dan 4 kelurahan yang tersebar di Kecamatan Sumedang Selatan dan Kecamatan Cimalaka.
Sebanyak 10 desa di Kecamatan Sumedang Selatan serta 13 desa di Kecamatan Cimalaka menjadi lokasi utama pengabdian para Praja. Selain itu, empat kelurahan juga menjadi bagian dari wilayah praktik pembelajaran bagi para calon aparatur pemerintahan tersebut.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang terus menjalankan prinsip pembangunan berbasis data, yakni “Good Data, Good Decision and Good Result.” Prinsip ini menjadi dasar dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.
Menurutnya, selama satu bulan para Praja tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga terjun langsung memahami dinamika kehidupan masyarakat.
“Selama satu bulan adik-adik Praja telah berada di tengah masyarakat, belajar langsung sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai keilmuan yang dimiliki,” ujar Dony.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan pengabdian para Praja ke depan, terutama ketika nantinya ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia.
“Jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman yang berharga dan bagian dari perjalanan pengabdian. Di sini adik-adik telah menorehkan sejarah sebuah pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dony juga menekankan pentingnya kemampuan memahami “medan pengabdian” bagi setiap calon aparatur negara. Para Praja harus mampu membaca berbagai persoalan yang ada di daerah, sekaligus memahami perkembangan pembangunan yang sedang berjalan.
“Harus melihat apa saja persoalan yang ada di daerah, sehingga kalian mengetahui progres pembangunan yang sedang berjalan. Dengan begitu kalian bisa lebih memahami, lebih aware, dan mampu memberikan masukan yang konstruktif bagi daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor IPDN Halilul Khairi menjelaskan bahwa Bhakti Karya Praja merupakan bentuk pengabdian langsung Praja kepada masyarakat melalui praktik penyelenggaraan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah menerima dan memfasilitasi kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah memberikan kesempatan kepada para Praja untuk belajar langsung di tengah masyarakat. Pengalaman ini sangat berharga dalam membentuk karakter kepemimpinan serta kemampuan Praja memahami berbagai persoalan di daerah,” ujarnya.***Cece Ruhiyat


























