Ngabuburit Kreatif di Karawang, Anak-Anak Antusias Melukis Sambil Menunggu Azan Magrib
Daerah    Senin 09 Maret 2026    19:47:58 WIBKARAWANG - Menjelang waktu berbuka puasa, puluhan anak di Karawang memilih mengisi waktu dengan kegiatan yang berbeda. Mereka mengikuti kegiatan Happy Color Ramadhan: Ngabuburit Ngelukis yang digelar Yayasan Nailul Ulya di Gang Bungur 11, Cibungur Indah, Karawang Wetan, Kabupaten Karawang, (9/3/2026).
Dalam suasana santai menjelang magrib, anak-anak terlihat antusias menorehkan warna di atas kanvas. Kegiatan melukis bersama ini menjadi alternatif ngabuburit yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendorong kreativitas anak-anak di lingkungan sekitar.
Pelaksana kegiatan, Laila, mengatakan kegiatan tersebut digagas Yayasan Nailul Ulya sebagai upaya menghadirkan aktivitas Ramadan yang lebih kreatif dan edukatif bagi anak-anak.
“Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Nailul Ulya. Sebetulnya fokus kami adalah pengajian, tetapi kami ingin memberi warna melalui kegiatan ngabuburit dengan melukis bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan yang pertama kali diselenggarakan oleh yayasan. Meski baru perdana digelar, antusiasme peserta terlihat cukup tinggi.
“Ini kegiatan perdana. Alat lukis kami sediakan, dan hasil karyanya boleh dibawa pulang. Alhamdulillah anak-anak sangat antusias,” kata Laila.
Menurutnya, selain menjadi kegiatan positif selama Ramadan, aktivitas melukis juga dapat membantu anak-anak mengekspresikan diri sekaligus mengembangkan kreativitas.
“Melalui melukis, anak-anak bisa belajar menyalurkan imajinasi dan memunculkan kreativitas mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Nailul Ulya, Syahril Maulal Fadani, menuturkan pihaknya berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan pembelajaran yang bermanfaat bagi anak-anak di lingkungan sekitar.
Ke depan, yayasan tersebut berencana mengembangkan lebih banyak aktivitas edukatif agar anak-anak memiliki kebiasaan belajar yang baik sejak dini.
“Ke depan, Yayasan Nailul Ulya akan terus mengembangkan beragam kegiatan belajar mengajar, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang suka belajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam ajaran Islam terdapat keseimbangan antara kebutuhan fisik dan kebutuhan batin manusia.
“Dalam Islam, fisik diberi makan dengan makanan, sementara batin harus diberi makan dengan ilmu dan kegiatan spiritual,” kata Syahril.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Nailul Ulya berharap anak-anak tidak hanya memiliki ruang untuk berekspresi dan berkreasi, tetapi juga tumbuh dengan semangat belajar serta nilai-nilai spiritual yang kuat.***Red Emn


























