Diabetes Mengintai Usia Produktif, 52 Ribu Warga Karawang Terdampak
Kesehatan    Kamis 02 April 2026    09:54:04 WIBKARAWANG - Penyakit diabetes melitus (DM) kian menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kabupaten Karawang. Sepanjang 2025, Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 52.100 kasus, dengan tren yang mengkhawatirkan karena tidak lagi didominasi kelompok usia lanjut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin.
“Program cek kesehatan gratis ini bertujuan agar masyarakat mengetahui faktor risiko, mendapatkan edukasi, serta penanganan sejak dini jika ditemukan penyakit,” ujar Yayuk, Rabu (1/4).
Data menunjukkan, jumlah penderita perempuan mencapai 32.506 orang, lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebanyak 19.594 orang. Dari sisi usia, kasus terbanyak justru terjadi pada kelompok produktif 20 hingga 54 tahun dengan 25.713 kasus. Sementara usia di atas 55 tahun tercatat 22.938 kasus.
Yang lebih memprihatinkan, diabetes juga mulai ditemukan pada usia remaja 15–19 tahun sebanyak 3.445 kasus. Bahkan, empat kasus terdeteksi pada anak di bawah 15 tahun.
Fenomena ini menegaskan bahwa diabetes bukan lagi sekadar penyakit orang tua, melainkan telah merambah generasi muda.
Secara medis, diabetes terbagi menjadi dua tipe utama. Tipe 1 umumnya terjadi pada anak-anak akibat gangguan autoimun yang membuat pankreas tidak mampu memproduksi insulin. Sedangkan tipe 2 lebih banyak dialami orang dewasa dan erat kaitannya dengan pola hidup tidak sehat.
Yayuk menjelaskan, lonjakan kasus dipicu oleh sejumlah faktor, seperti konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat, minimnya aktivitas fisik, obesitas, hingga pengelolaan stres yang kurang baik. Faktor keturunan juga berperan, meski tidak dominan.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Karawang terus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis (CKG) di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.
“Jangan takut untuk periksa. Semakin cepat diketahui, semakin baik penanganannya,” tegasnya.***Red Emn




























