Gapura Mendak Waluya, Wajah Baru Ciater yang Menyatukan Estetika, Budaya, dan Harapan Ekonomi
Wisata    Kamis 02 April 2026    01:55:21 WIBSubang-Kawasan wisata Ciater di selatan Kabupaten Subang kini tampil dengan wajah baru yang lebih memikat. Di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi, penataan kawasan ini tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal serta mendorong geliat ekonomi masyarakat.
Salah satu daya tarik utama dari transformasi tersebut adalah berdirinya Gapura Mendak Waluya di perbatasan Subang dan Bandung Barat. Gapura ini bukan sekadar penanda wilayah, melainkan simbol harmonisasi antara tradisi dan modernitas. Arsitektur yang mengusung kearifan lokal Sunda berpadu dengan desain kontemporer, menciptakan ruang publik yang estetis sekaligus fungsional.
Di tengah udara sejuk khas dataran tinggi, kawasan ini kini menjadi titik singgah favorit bagi wisatawan maupun pengguna jalan. Banyak yang berhenti sejenak untuk beristirahat, menikmati suasana, hingga mengabadikan momen dengan latar bangunan ikonik tersebut.
Tak berhenti pada aspek keindahan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memberikan perhatian pada keselamatan berkendara melalui pembaruan infrastruktur di sekitar kawasan. Penataan dilakukan agar arus lalu lintas lebih tertib dan nyaman, terutama di jalur yang kerap dilalui wisatawan.
Lebih jauh, upaya ini juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Lapak-lapak UMKM bergaya tradisional Sunda dibangun sebagai ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk unggulan. Mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan, semuanya ditata dalam satu kawasan yang terintegrasi dengan konsep wisata.
Transformasi Ciater hari ini bukan hanya soal mempercantik ruang, tetapi juga tentang menghadirkan harapan bahwa pembangunan bisa berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.***Red Ahas
























