Dari Sampah Jadi Berkah, Sumedang Dorong Budidaya Maggot di Sekolah
Pemerintahan    Kamis 02 April 2026    01:43:32 WIBSUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mencari cara agar persoalan sampah tak hanya selesai di tempat pembuangan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu upaya yang kini didorong adalah budidaya maggot, yang dinilai mampu mengurai sampah organik sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.
Langkah tersebut diwujudkan melalui rencana kolaborasi antara Pemkab Sumedang dan komunitas Bank Sampah Cadas Karya Disposal. Program ini akan menyasar sekolah-sekolah, dengan memanfaatkan sampah organik sebagai pakan maggot.
Pembahasan kerja sama ini mengemuka saat Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menerima perwakilan komunitas tersebut di Ruang Rapat Wakil Bupati, Rabu (1/4/2026).
Fajar menegaskan, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap inovasi pengelolaan sampah berbasis budidaya maggot. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya efektif mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
“Kami mendorong pengelolaan sampah melalui budidaya maggot karena selain menangani persoalan lingkungan, juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia pun meminta agar komunitas Bank Sampah Cadas Karya Disposal segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pendidikan agar program tersebut dapat berjalan terintegrasi. Dengan sinergi lintas sektor, sampah organik dari sekolah diharapkan bisa dimanfaatkan secara optimal.
“Sampah organik dari sekolah harus bisa dikelola dengan baik dan menjadi bagian dari sistem yang berkelanjutan,” katanya.
Lebih jauh, Pemkab Sumedang membuka ruang bagi berbagai inovasi serupa untuk terus berkembang. Bank Sampah Cadas Karya Disposal bahkan diharapkan dapat menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis maggot di daerah tersebut.
Sementara itu, perwakilan komunitas, Aan, menjelaskan bahwa pihaknya telah lebih dulu mengembangkan konsep bank sampah berbasis peternakan maggot. Saat ini, mereka telah bermitra dengan sekitar 30 sekolah dalam pengelolaan sampah organik.
Ke depan, kerja sama itu ditargetkan meluas hingga menjangkau seluruh sekolah di Kabupaten Sumedang.
“Budidaya maggot ini solusi efektif, terutama untuk sampah organik. Kami optimistis jika dilakukan bersama, dampaknya akan besar bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.***Cece Ruhiyat
























