Renovasi SDN 026 Bojongloa Dimulai, Siswa Sementara Belajar di SDN 148
Pendidikan    Senin 07 September 2026    22:06:12 WIBBANDUNG – Aktivitas belajar siswa SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung, untuk sementara berpindah ke SDN 148. Kebijakan ini dilakukan seiring dimulainya renovasi sekolah yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Bandung.
Renovasi mulai dikerjakan setelah seluruh proses perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dinyatakan terpenuhi. Pemindahan siswa dilakukan secara bertahap agar proses pembelajaran tetap berjalan selama pekerjaan renovasi berlangsung.
Wali Kota Bandung Farhan mengatakan, renovasi SDN 026 Bojongloa mulai dilaksanakan dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah memastikan fasilitas pendidikan yang layak bagi para siswa.
"SDN 026 Bojongloa tetap menjadi prioritas utama. Renovasinya mulai hari ini dan sudah dijalankan," ujar Farhan.
Untuk sementara, siswa SDN 026 Bojongloa akan mengikuti pembelajaran di SDN 148 dengan sistem pembagian sesi. Pengaturan tersebut dilakukan agar kegiatan belajar siswa dari kedua sekolah tetap dapat berlangsung.
Siswa SDN 148 yang sebelumnya mengikuti pembelajaran pada sesi pagi akan menggunakan ruang belajar terlebih dahulu. Selanjutnya, siswa SDN 026 Bojongloa mengikuti kegiatan belajar pada sesi berikutnya.
Skema tersebut diharapkan dapat menjaga aktivitas pendidikan tetap berjalan tanpa menghambat proses renovasi.
Di sisi lain, bangunan lama SDN 026 Bojongloa belum sepenuhnya dikosongkan. Pemkot Bandung masih menunggu perintah eksekusi dari pengadilan berkaitan dengan proses penyerahan aset.
"Kita akan menunggu perintah dari pengadilan untuk mengeluarkan surat perintah kepada Pemkot Bandung untuk menyerahkan. Jadi surat perintah eksekusinya masih kita tunggu," kata Farhan.
Selama belum ada perintah eksekusi, Pemkot Bandung memastikan aset sekolah masih berada dalam pengawasan pemerintah.
Pemindahan siswa juga menjadi langkah antisipasi agar persoalan terkait aset tidak kembali mengganggu kegiatan pendidikan. Sebelumnya, aktivitas sekolah sempat terganggu akibat insiden penggembokan.
Farhan menegaskan, persoalan tersebut jangan sampai membuat anak-anak kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan dengan aman dan nyaman.
"Untuk menghindari jangan sampai ada lagi teror-teror yang dilakukan dengan melakukan penggembokan seperti itu. Itu kan teror. Kasihan anak-anaknya," ujarnya.
Menurut Farhan, pemerintah memilih memastikan kegiatan belajar tetap berjalan sembari menyelesaikan persoalan aset dan renovasi sekolah.
"Kan kita pasang badan untuk memastikan hak pendidikan anak-anak," tegasnya.
Dengan dimulainya renovasi dan pemindahan sementara ke SDN 148, Pemkot Bandung berharap para siswa tetap dapat belajar dengan tenang. Di tengah persoalan yang masih berproses, hak anak untuk mendapatkan pendidikan menjadi perhatian utama pemerintah.***Red-Ayi Herlambang























