Abu Vulkanik Menyelimuti, Siswa Purwakarta Belajar dari Rumah Selama Sepekan
Pendidikan    Senin 07 September 2026    23:28:55 WIBPURWAKARTA – Aktivitas belajar siswa di Kabupaten Purwakarta untuk sementara beralih ke rumah. Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menetapkan pembelajaran secara daring bagi peserta didik selama sepekan, mulai Senin hingga Jumat, 7–11 September 2026.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Nomor 000.1/3683-Sekre/2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi menyusul kondisi kualitas udara dan sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Selama pembelajaran berlangsung dari rumah, para siswa tetap diminta mengikuti kegiatan belajar sesuai arahan dan jadwal yang diberikan masing-masing sekolah.
Di sisi lain, Disdik Purwakarta mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama kegiatan yang berpotensi meningkatkan paparan abu vulkanik.
Jika harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik, terutama masker KN95. Kacamata pelindung juga disarankan untuk mengurangi risiko iritasi pada mata akibat paparan abu.
Perhatian juga perlu diberikan terhadap kebersihan diri, makanan, dan sumber air. Abu vulkanik yang menempel di lingkungan sebaiknya dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan agar partikelnya tidak kembali beterbangan dan terhirup.
Disdik juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gangguan kesehatan yang muncul. Mereka yang mengalami sesak napas, iritasi mata, gangguan kulit, atau gejala berat lainnya diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
Kebijakan pembelajaran daring tersebut bersifat situasional. Disdik Purwakarta akan melakukan evaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara, sebaran abu vulkanik, serta arahan pemerintah dan instansi berwenang.
Dengan kebijakan ini, kegiatan belajar tetap berjalan, sementara keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya aman.***Red-M. Ags























