Dari Bengkel Sunyi di Bandung Raya, Jejak Senjata Ilegal yang Mengancam Warga Jakarta Terbongkar
Peristiwa    Rabu 21 Januari 2026    08:07:58 WIBJakarta-Di balik hiruk-pikuk kota dan rutinitas warga yang berusaha hidup normal, ancaman senjata api ilegal diam-diam menyusup dan meninggalkan jejak ketakutan. Rangkaian penembakan yang belakangan meresahkan Jakarta dan sekitarnya akhirnya menemukan titik terang. Polisi membongkar industri pembuatan senjata api ilegal yang beroperasi senyap di wilayah Jawa Barat.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap sindikat perakit dan pemasok senjata api ilegal yang beroperasi lintas wilayah. Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran aparat. Jaringan ini diduga kuat menjadi pemasok utama senjata dalam sejumlah aksi kejahatan bersenjata di Ibu Kota.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan panjang dari kasus penembakan yang terjadi di Jakarta. Penelusuran itu mengarah ke tiga lokasi berbeda di kawasan Bandung Raya—Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang—yang selama ini luput dari perhatian publik.
“Dari pengungkapan ini kami mengamankan 20 pucuk senjata api dan 233 butir peluru,” ujar Iman dalam konferensi pers, Selasa (20/1/2026).
Barang bukti yang disita menunjukkan betapa serius dan terorganisasinya jaringan ini. Senjata yang ditemukan terdiri dari senjata rakitan hingga senjata pabrikan, dengan berbagai kaliber yang berpotensi mematikan. Polisi menduga senjata-senjata tersebut telah beredar di tangan pelaku kejahatan jalanan, termasuk kelompok pencurian kendaraan bermotor yang kerap beraksi dengan kekerasan.
Pengungkapan ini bukan sekadar soal angka dan barang bukti. Di balik setiap pucuk senjata, ada potensi nyawa yang terancam—warga yang berangkat kerja, pengendara yang pulang larut malam, atau keluarga yang tak pernah menyangka akan menjadi korban kejahatan bersenjata. Itulah sebabnya aparat menilai kasus ini sebagai salah satu pengungkapan penting dalam upaya menekan eskalasi kekerasan di wilayah perkotaan.
Polisi kini terus memburu dua pelaku yang masih buron dan mendalami jalur distribusi senjata yang telah terbangun. Aparat juga membuka kemungkinan adanya keterkaitan dengan jaringan kejahatan lain, baik di Jakarta maupun daerah penyangga.
Bagi publik, terbongkarnya industri senjata api ilegal ini menjadi pengingat bahwa rasa aman tidak datang dengan sendirinya. Ia lahir dari kerja panjang aparat, kewaspadaan masyarakat, dan keberanian untuk memutus mata rantai kejahatan hingga ke akarnya. Setidaknya, dari bengkel-bengkel sunyi di Bandung Raya, satu ancaman besar kini berhasil disingkirkan—memberi harapan bahwa ruang-ruang kota dapat kembali menjadi tempat yang lebih aman untuk semua.***Bambang. Ep




























