Habbina
Di Antara Dua Sungai, Warga Karangligar Bertahan di Negeri yang Saban Tahun Tenggelam
0 Komentar 129 pembaca

Di Antara Dua Sungai, Warga Karangligar Bertahan di Negeri yang Saban Tahun Tenggelam

Peristiwa

Karawang -Banjir kembali merendam Kampung Kampek, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Permukiman yang terletak di tengah himpitan dua aliran sungai besar—Citarum dan Cibeet—itu sekali lagi harus menanggung beban air yang meluap, menenggelamkan rumah, jalan, hingga fasilitas umum. Bagi warga setempat, peristiwa ini bukanlah kabar baru. Ia datang nyaris rutin, dari tahun ke tahun, seolah menjadi takdir yang terus berulang.

Air berwarna kecokelatan menggenangi lorong-lorong sempit kampung. Aktivitas warga lumpuh. Anak-anak terpaksa belajar di rumah, sebagian di antaranya mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Perabotan rumah tangga diangkat seadanya, sementara yang tak sempat diselamatkan dibiarkan terendam. Di beberapa sudut, perahu karet menjadi satu-satunya sarana mobilitas.

“Kalau hujan deras di hulu, kami sudah siap-siap. Tinggal menunggu air naik,” ujar Darki (53), warga Kampung Kampek, saat ditemui Selasa, 20 Januari 2026. Nada suaranya datar, menyimpan kelelahan yang menahun. Ia mengaku sudah puluhan tahun hidup berdampingan dengan banjir. “Setiap tahun sama saja. Surut sebentar, lalu datang lagi.”

Menurut Darki, banjir bukan hanya merusak rumah, tetapi juga menggerus harapan. Sawah tak bisa digarap, pekerjaan serabutan terhenti, dan biaya hidup kian membengkak. “Kami ini seperti hidup di antara dua ancaman. Sungai Citarum di satu sisi, Cibeet di sisi lain. Kalau dua-duanya naik, kampung ini jadi mangkuk,” katanya.

Karangligar memang dikenal sebagai salah satu wilayah paling rawan banjir di Karawang. Posisi geografis yang rendah, ditambah sedimentasi sungai dan curah hujan tinggi, membuat air mudah meluap. Warga menyebut kampung mereka sebagai “pulau sementara terisolasi saat banjir datang, terhubung kembali ketika air surut.

Pemerintah daerah telah berulang kali menjanjikan penanganan, mulai dari normalisasi sungai hingga pembangunan tanggul. Namun bagi warga, solusi itu terasa belum menyentuh akar masalah. “Kami tidak butuh janji tiap musim hujan. Kami butuh kepastian supaya anak cucu kami tidak terus hidup begini,” ucap Darki.

Di tengah keterbatasan, solidaritas warga menjadi penopang utama. Dapur umum swadaya didirikan, warga saling membantu mengevakuasi lansia dan anak-anak. Harapan tetap menyala, meski sering kali diuji oleh genangan yang tak kunjung usai.

Banjir di Karangligar bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah cerita tentang ketahanan, tentang warga yang bertahan di antara dua sungai besar, menunggu hari ketika kampung mereka tak lagi menjadi langganan banjir, dan kehidupan bisa berjalan tanpa harus selalu bersiap menghadapi air.***Emn

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top