Dari Tanah Rakyat untuk Masa Depan Anak Bangsa
Pemerintahan    Jumat 23 Januari 2026    12:27:12 WIBMajalengka-Di sebuah hamparan lahan yang tenang di Blok Nanggerang, Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, harapan baru tengah disemai. Kawasan yang selama ini sunyi itu kini bersiap bertransformasi menjadi denyut baru pendidikan berbasis kerakyatan—sebuah ruang belajar yang lahir dari semangat pemerataan dan keberpihakan pada masa depan anak-anak daerah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menyiapkan lahan seluas 7 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR), program nasional yang dirancang untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi simbol hadirnya negara di tengah warga—menghapus jarak, memperluas kesempatan, dan menumbuhkan mimpi.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, turun langsung meninjau lokasi pembangunan. Di bawah terik matahari, ia memastikan kesiapan lahan sekaligus memfinalisasi rencana infrastruktur yang akan menopang proses belajar-mengajar ke depan. Kunjungan tersebut bukan seremoni semata, melainkan penegasan komitmen daerah untuk mengawal program strategis nasional di sektor pendidikan.
“Alhamdulillah, Majalengka menjadi salah satu dari 166 kabupaten/kota di Indonesia yang mendapatkan alokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Hari ini kami bersama OPD memastikan kesiapan lahan dan perencanaannya,” ujar Eman, Kamis (22/1/2026).
Bagi Pemkab Majalengka, Sekolah Rakyat bukan hanya proyek pembangunan, tetapi ikhtiar jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang tangguh dan berdaya saing. Kehadiran SR di Blok Nanggerang diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya ekosistem pendidikan yang inklusif—yang menyambut anak-anak dari berbagai latar belakang tanpa sekat, tanpa rasa minder, dan tanpa biaya yang memberatkan.
Di tingkat lokal, rencana ini disambut dengan optimisme. Sekolah Rakyat diyakini akan menggerakkan roda sosial di sekitarnya: membuka peluang kerja, menghidupkan aktivitas warga, dan menjadi pusat pembelajaran yang membumi. Lebih dari itu, ia akan menjadi ruang tumbuh nilai-nilai kebersamaan—tempat anak-anak belajar bukan hanya membaca dan berhitung, tetapi juga menghargai sesama dan mencintai daerahnya.
Dengan langkah awal yang mantap, Majalengka menatap masa depan pendidikan dengan keyakinan. Dari tanah rakyat di Blok Nanggerang, sebuah cerita baru akan dimulai—cerita tentang kesempatan yang setara, tentang mimpi yang dirawat, dan tentang pendidikan yang benar-benar hadir untuk semua.***Bah Ojo




























