Demi Sekolah Aman dari Banjir, Tim Biru DPUPR Karawang Turun Langsung ke Lapangan
Pemerintahan    Rabu 04 Maret 2026    23:10:06 WIBKarawang – Upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah sekaligus mencegah potensi banjir di musim hujan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Karawang. Melalui Tim Biru dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karawang, inspeksi langsung dilakukan ke sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Jatisari, Rabu (4/3/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang meminta agar seluruh lingkungan pendidikan tetap bersih, tertata, serta memiliki sistem drainase yang berfungsi optimal, terutama di tengah tingginya curah hujan.
Inspeksi tak sekadar formalitas. Tim menyisir saluran air, memeriksa kondisi u-ditch dan drainase beton, serta memastikan tidak ada penyumbatan yang berpotensi memicu genangan.
Salah satu sekolah yang dikunjungi adalah SD Negeri Balonggandu 4 di wilayah Cambidik, Kecamatan Jatisari. Kepala sekolah, Tatang SPd, membenarkan kedatangan tim tersebut.
“Kedatangan Tim Biru ini untuk melihat langsung kondisi kebersihan sekolah dan saluran air. Jika ada fasilitas yang rusak, seperti u-ditch atau saluran beton, kami bisa langsung melaporkannya,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan drainase memang menjadi tantangan tersendiri bagi banyak sekolah, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Koordinator Tim Biru, Warhan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas rutin yang kini diprioritaskan selama musim hujan. Enam anggota tim diterjunkan untuk memastikan lingkungan sekolah aman dari risiko banjir.
“Kami menyisir semua sekolah di wilayah Jatisari. Fokus kami memastikan drainase berjalan baik, karena musim hujan rawan banjir,” kata Warhan.
Dari hasil sementara, sekitar 90 persen sekolah di Jatisari dinilai sudah memiliki lingkungan yang cukup bersih dan tertata. Meski demikian, masih ditemukan beberapa titik yang memerlukan perhatian, terutama di area saluran air dan halaman sekolah yang berpotensi menjadi lokasi genangan.
Langkah preventif ini dinilai strategis. Drainase yang buruk bukan hanya memicu genangan air, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan siswa, merusak fasilitas sekolah, hingga mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Namun demikian, pengawasan lapangan perlu dibarengi sistem pelaporan yang jelas dan tindak lanjut perbaikan yang cepat. Tanpa perawatan berkala, persoalan yang sama berisiko terulang setiap musim hujan.
Keterlibatan warga sekolah dan masyarakat sekitar juga menjadi kunci. Kebersihan lingkungan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil kolaborasi semua pihak.
Turunnya Tim Biru DPUPR ke sekolah-sekolah di Jatisari menjadi sinyal bahwa perhatian terhadap lingkungan pendidikan terus diperkuat. Jika konsistensi pengawasan, kecepatan perbaikan, dan sinergi lintas pihak dapat terjaga, bukan tidak mungkin Karawang menjadi contoh daerah yang serius membangun sekolah yang bersih, sehat, dan aman dari banjir.***Red



























