Bekas Galian Jalan Dikeluhkan Warga, Wali Kota Bandung Minta BUMD Bergerak Cepat Merapikan
Pemerintahan    Selasa 10 Maret 2026    05:07:06 WIBBANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta badan usaha milik daerah (BUMD) segera merapikan bekas galian utilitas di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. Instruksi tersebut dikeluarkan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat saat beraktivitas di jalan.
BUMD yang mendapat arahan langsung dari wali kota yakni PT Bandung Infra Investama (PT BII) dan PDAM Tirtawening Kota Bandung. Keduanya diminta mempercepat proses perapian pada titik-titik bekas pekerjaan galian yang belum tertata dengan baik, khususnya yang berkaitan dengan jaringan utilitas dan infrastruktur kota.
Farhan menegaskan, setiap pekerjaan pembangunan di ruang publik harus memperhatikan dampak terhadap masyarakat. Karena itu, kondisi jalan pasca-proyek harus segera dikembalikan agar tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan.
“Pemkot Bandung pada prinsipnya mendukung pembangunan infrastruktur. Namun setelah pekerjaan selesai, kondisi jalan harus segera dirapikan kembali sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Farhan, Minggu (8/3/2026).
Saat ini PT BII diketahui telah menyelesaikan pembangunan jaringan utilitas IPT di 13 ruas jalan pada 5 Maret 2026. Meski pekerjaan utama telah rampung, perusahaan tetap melakukan kontrol terhadap hasil pembangunan, khususnya terkait perapian area proyek dan kebersihan lingkungan sekitar.
Farhan juga menekankan bahwa BUMD sebagai bagian dari pemerintah daerah harus menjadi contoh dalam menjalankan pekerjaan infrastruktur secara tertib dan profesional.
“BUMD kita harus menjadi teladan. Setiap pekerjaan yang dilakukan harus diselesaikan dengan baik, termasuk memastikan bekas galian dirapikan dan dikembalikan ke kondisi yang layak,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya koordinasi antarinstansi agar proyek pembangunan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Menurut Farhan, dengan perencanaan yang matang dan pengawasan yang baik, pembangunan infrastruktur dapat berjalan seiring dengan terjaganya kenyamanan warga.
“Koordinasi itu penting supaya tidak menimbulkan masalah di lapangan. Dengan perencanaan dan pengawasan yang baik, semuanya juga akan jadi baik, warga pun jadi nyaman,” pungkasnya.***Ayi Herlambang
























