Hadapi Ancaman Kekeringan, Sumedang Siapkan Strategi Air dan Ketahanan Pangan
Pemerintahan    Kamis 02 April 2026    01:30:52 WIBSUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang bergerak cepat mengantisipasi dampak fenomena El Niño yang diperkirakan akan memicu musim kemarau panjang dan berpotensi mengganggu sektor pertanian. Melalui rapat koordinasi yang digelar di Aula Tampomas Setda, Selasa (1/4/2026), berbagai langkah mitigasi mulai disiapkan sejak dini.
Fenomena El Niño, yang merupakan anomali iklim global, diketahui dapat menurunkan curah hujan dan meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diprediksi mulai terjadi secara bertahap pada April hingga Mei, dengan puncaknya pada Agustus 2026.
Khusus di Kabupaten Sumedang, dampak El Niño diperkirakan mulai terasa pada Mei dan mencapai puncak kekeringan sekitar Agustus. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat sektor pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan pentingnya strategi pengelolaan air sebagai langkah utama menghadapi ancaman tersebut. Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk memanfaatkan sisa musim hujan dengan menyimpan cadangan air di berbagai sarana seperti danau, embung, dan bendung.
“Mumpung masih musim hujan, kita harus maksimalkan penyimpanan air. Ini penting untuk menjaga pasokan saat kemarau nanti,” ujar Dony.
Selain itu, ia juga menginstruksikan percepatan perbaikan jaringan irigasi yang rusak serta optimalisasi fungsi bendung agar distribusi air ke lahan pertanian tetap terjaga. Proyek pembangunan irigasi yang telah dianggarkan dalam APBD pun diminta segera direalisasikan.
Di sisi lain, Dinas Pertanian diminta melakukan pendataan ketersediaan mesin pompa air berikut kebutuhan bahan bakarnya, sebagai langkah antisipasi jika terjadi kekeringan ekstrem.
Tak hanya fokus pada sektor teknis, pemerintah daerah juga mendorong penguatan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Para camat diminta mengedukasi masyarakat untuk kembali mengaktifkan program Teras Hejo, yakni pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam sayuran.
“Dengan menanam sendiri kebutuhan sayur, masyarakat bisa lebih mandiri sekaligus mengurangi pengeluaran,” tambahnya.
Melalui upaya terpadu ini, Pemkab Sumedang berharap dampak El Niño dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga produksi pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan masyarakat tidak terganggu.***Cece Ruhiyat

























