Kolaborasi Digital Kuningan–Sumedang, Langkah Nyata Hadirkan Program Makan Bergizi yang Transparan
Pemerintahan    Kamis 02 April 2026    01:24:38 WIBKUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai menapaki babak baru dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lebih transparan, terukur, dan tepat sasaran. Melalui sentuhan teknologi, daerah ini berupaya menghadirkan sistem pengawasan yang tidak hanya akuntabel, tetapi juga terbuka bagi publik.
Langkah tersebut diwujudkan dengan menjalin kerja sama bersama Kabupaten Sumedang dalam penerapan aplikasi MMAGIS (Manajemen Monitoring Makan Bergizi Gratis), sebuah sistem digital yang telah lebih dulu digunakan.
Pembahasan kerja sama ini dilakukan secara daring dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, yang juga menjabat Ketua Satgas MBG. Pertemuan ini menjadi titik awal keseriusan Kuningan dalam mengadopsi sistem pemantauan berbasis digital.
Bagi Kuningan, ini bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Lebih dari itu, ini adalah bentuk tanggung jawab moral pemerintah agar program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat ini benar-benar tepat sasaran.
Ketertarikan terhadap sistem tersebut muncul saat jajaran Pemkab Kuningan mengikuti rapat koordinasi MBG tingkat Jawa Barat bersama kementerian terkait. Saat itu, kesiapan Sumedang dengan sistem digital terpadu menjadi perhatian tersendiri.
Tanpa menunggu lama, setelah mendapat persetujuan bupati, langkah konkret pun diambil. Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Sekretariat Satgas MBG langsung bergerak menjajaki kerja sama teknis. Respons positif dari Sumedang pun mempercepat proses, yang kini telah memasuki tahap finalisasi perjanjian.
Aplikasi MMAGIS sendiri dirancang sebagai sistem pemantauan yang komprehensif. Melalui platform ini, data dapat diakses secara real time, mulai dari jumlah penerima manfaat, persebaran dapur layanan, hingga jadwal menu harian dan mingguan.
Di Kuningan, sistem ini nantinya akan memantau sekitar 158 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah. Kehadiran sistem ini diyakini mampu memperkuat akuntabilitas program sekaligus mendorong peningkatan nilai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Lebih dari sekadar alat kontrol, digitalisasi ini membuka ruang partisipasi publik. Masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat ikut mengawasi jalannya program.
Dengan langkah ini, Kuningan berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya sukses secara administratif, tetapi juga benar-benar memberi dampak nyata—menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara berkelanjutan.***Ading Permana


























