Kuningan Masih Aman, Warga Diimbau Waspada Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Pemerintahan    Senin 07 September 2026    16:33:21 WIBKUNINGAN – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir membuat kewaspadaan di sejumlah daerah Jawa Barat meningkat. Pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan sebaran abu vulkanik yang dipengaruhi kondisi cuaca dan arah angin.
Di Kabupaten Kuningan, hingga Senin (7/9/2026), situasi masih aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan memastikan belum menerima laporan adanya wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan pemantauan terus dilakukan terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut, termasuk kemungkinan pergerakan abu vulkanik menuju wilayah Jawa Barat.
“Kabupaten Kuningan sampai saat ini belum terlaporkan adanya wilayah yang terdampak, terutama dengan keberadaan abu vulkanik. Sampai saat ini situasi masih cukup aman,” ujar Indra Bayu Permana yang akrab disapa Ibe.
Menurut Ibe, BPBD Kuningan juga mengikuti koordinasi secara daring bersama Sekretaris Daerah Jawa Barat yang membidangi penanganan kebencanaan. Koordinasi tersebut membahas langkah mitigasi dan kesiapsiagaan yang perlu dilakukan pemerintah daerah apabila terjadi perubahan kondisi.
Meski belum ada laporan abu vulkanik mencapai Kuningan, masyarakat diminta tetap waspada. Terlebih, kondisi cuaca dan arah angin dapat memengaruhi pergerakan abu apabila aktivitas erupsi meningkat.
“Ini memang patut diantisipasi karena kita ketahui musim kemarau ini masih berlangsung. Kekuatan angin juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran abu vulkanik,” katanya.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak panik. Warga diminta tetap beraktivitas seperti biasa sembari mengikuti informasi terbaru dari pemerintah dan instansi kebencanaan.
Apabila abu vulkanik mulai terdeteksi memasuki wilayah Kuningan, masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan. Bagi warga yang harus keluar rumah, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu.
Perlindungan juga perlu dilakukan terhadap sumber air. Sumur, tempat penampungan air, dan sumber air lainnya sebaiknya ditutup apabila mulai terpapar abu vulkanik.
“Kalau memang terjadi, sebisa mungkin menghindari atau membatasi aktivitas di luar ruangan. Kalau harus berkegiatan di luar, gunakan masker untuk melindungi diri dari abu vulkanik agar tidak terhisap langsung,” jelas Ibe.
BPBD Kuningan juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan indikasi sebaran abu vulkanik atau dampak lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Laporan warga dinilai penting agar kondisi di lapangan dapat segera diverifikasi. Jika ditemukan dampak, pemerintah dapat lebih cepat menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui unggahan di media sosial pribadinya turut meminta pemerintah daerah di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik memperkuat langkah mitigasi.
Dedi juga meminta kepala sekolah di daerah dengan intensitas sebaran abu yang tinggi mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran dari rumah.
“Sehubungan dengan meningkatnya abu vulkanik, kami sampaikan untuk wilayah-wilayah yang intensitas sebaran abunya tinggi, kepala sekolah bisa melakukan pembelajaran di rumahnya masing-masing,” ujarnya.
Untuk saat ini, Kuningan masih berada dalam kondisi aman. BPBD memastikan pemantauan tetap dilakukan dan koordinasi dengan pemerintah provinsi terus berjalan.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat diimbau tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Tetap tenang, waspada, dan mengandalkan informasi dari kanal resmi pemerintah menjadi langkah penting agar potensi dampak abu vulkanik dapat diantisipasi sejak dini.***Red-Ading Permana























