Turun Pagi Demi Warga, Wali Kota Bekasi Pastikan Saluran Air Cimuning Segera Dibenahi
Pemerintahan    Jumat 27 Februari 2026    23:52:04 WIBKota Bekasi - Pagi itu, (27/2/2026), Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memilih langsung menapaki jalanan di Kelurahan Cimuning. Bukan sekadar meninjau, ia ingin memastikan sendiri laporan warga tentang saluran air yang tak lagi mengalir sebagaimana mestinya dan memicu genangan di sejumlah titik.
Di lokasi, Tri menemukan adanya saluran yang belum terhubung dengan baik. Aliran air yang seharusnya masuk ke jalur drainase justru meluber ke area permukiman. Kondisi ini, menurutnya, tak bisa dibiarkan berlarut.
“Hari ini saya turun pagi karena memang ada saluran yang belum terhubung, sehingga air menjadi liar dan tidak masuk ke jalur yang semestinya. Insya Allah satu dua hari ini akan segera kita kerjakan,” ujarnya.
Tak hanya persoalan teknis, peninjauan itu juga membuka fakta lain. Terdapat saluran penghubung menuju Kali Jambe yang tertutup karena dimanfaatkan sebagai bagian dari bangunan pribadi. Penutupan tersebut dinilai menghambat aliran air dan memperparah potensi genangan, terutama saat curah hujan tinggi.
Tri menegaskan, pembenahan akan dilakukan secepatnya. Dinas Tata Ruang bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) akan menurunkan alat berat untuk memperbaiki dan menormalisasi saluran. Namun, ia juga mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
“Saya berharap warga yang menggunakan saluran air sebagai bangunan bisa membongkar sendiri. Ini demi kepentingan masyarakat yang lebih luas agar tidak terdampak banjir akibat saluran yang tertutup,” tegasnya.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menata sistem drainase secara menyeluruh. Bagi Tri, kenyamanan dan rasa aman warga adalah prioritas. Saluran air yang berfungsi baik bukan sekadar infrastruktur, melainkan benteng awal pencegah banjir dan jaminan kualitas hidup masyarakat.
Di tengah tantangan urbanisasi dan pertumbuhan kawasan, pembenahan drainase menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa ditunda. Dari Cimuning, pesan itu ditegaskan: pemerintah hadir, mendengar, dan bergerak.***Samsudin




























