Pemuda Jadi Subjek Pembangunan, KNPI dan Pemkot Depok Wacanakan RAD Kepemudaan
Pemerintahan    Sabtu 28 Februari 2026    00:50:01 WIBDepok – Semangat kolaborasi antara pemuda dan pemerintah daerah menguat di Kota Depok. Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok menggagas penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pelayanan Kepemudaan bersama Pemerintah Kota Depok sebagai langkah strategis menyiapkan generasi muda menjadi motor pembangunan.
Gagasan tersebut mengemuka dalam forum YOUTH TALK Vol. 1 bertajuk “Kolaborasi, Refleksi, Aksi, Depok Next Level: 1 Tahun, Apa yang Sudah dan Kemana Arah Kita?” yang digelar di Gedung Pemuda Tole Iskandar, Selasa (24/2/2026).
Ketua DPD KNPI Kota Depok, Tommy Sitorus, mengatakan penyusunan RAD Pelayanan Kepemudaan bukan sekadar kebutuhan administratif, melainkan instrumen penting untuk menyelaraskan visi pembangunan daerah dengan potensi serta kebutuhan generasi muda.
“Seperti gayung bersambut, ternyata harapan kami juga menjadi konsentrasi Pemkot. RAD ini penting agar pembangunan kepemudaan tidak sporadis, tetapi terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, melalui RAD, berbagai program lintas perangkat daerah dapat terintegrasi—mulai dari penguatan kewirausahaan muda, kepemimpinan, literasi digital, hingga pembinaan karakter dan kebangsaan. KNPI pun menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam proses penyusunan dengan melibatkan organisasi kepemudaan, akademisi, dan komunitas.
Tommy menegaskan, pemuda harus ditempatkan sebagai subjek, bukan sekadar objek pembangunan. Ia juga menilai satu tahun kepemimpinan Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah menunjukkan pendekatan kolaboratif yang membuka ruang partisipasi publik lebih luas.
Program penataan infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga penguatan sektor ekonomi kreatif dan UMKM yang melibatkan anak muda dinilai menjadi indikator positif. Intervensi anggaran melalui dana RW sebesar Rp300 juta per wilayah juga disebut sebagai peluang memperluas ruang aktualisasi generasi muda.
“Mayoritas masyarakat Depok saat ini didominasi generasi Milenial, Gen Z, dan Gen Alfa. Mereka harus dipersiapkan menjadi the next leader Kota Depok,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok (Disporyata) Depok, Eko Herwiyanto, menjelaskan penyusunan RAD Kepemudaan masih menunggu finalisasi Rencana Aksi Nasional (RAN) serta penyusunan RAD tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Tanpa dua referensi tersebut, Pemkot belum dapat memulai rangkaian penyusunan RAD. Namun kami akan mengusulkan anggaran penyusunan pada 2027,” ujarnya.
Wacana ini menjadi sinyal bahwa pembangunan kepemudaan di Depok tengah diarahkan lebih sistematis. Jika terealisasi, RAD Pelayanan Kepemudaan diharapkan menjadi fondasi kebijakan jangka panjang yang memastikan generasi muda tidak hanya hadir dalam statistik demografi, tetapi benar-benar berperan dalam menentukan arah masa depan kota.***Rani Oktaviani




























